Pulau Padar di Taman Nasional Komodo (Foto: Tripadvisor.com)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia Manggarai Barat (DPC HPI Mabar), Sebastian Pandang menyebut kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) kini berubah menjadi kawasan investasi.

“Ya kenapa saya bilang begitu, dari dulu Taman Nasional Komodo kita memproteksi, menjaga dia. Karena di samping dia menjadi sawah ladang kita, dia punya hukum konservasi di sana, jadi tidak boleh ada bangunan-bangunan, ada sentuhan-sentuhan pembangunan manusia yang modern yang kontradiksi dengan alam habitat atau ekosistem yang ada di Taman Nasional Komodo,” ujar Sebastian saat ditemui VoxNtt.com di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (06/02/2020)

Sebastian membeberkan akhir-akhir ini program dari Pemerintah Pusat seolah-olah kawasan konservasi TNK sudah berubah.

“Adanya investor-investor yang melakukan usaha wisata di dalam kawasan beberapa pulau itu. Dan itu yang menyebabkan saya katakan cenderung itu bukan konservasi tapi investasi,” tegasnya.

Jika ini dibiarkan kata Sebastian, maka ke depan akan berbahaya bagi kehidupan Taman Nasional Komodo.

Ia menyebut ada beberapa pembangunan yang akan dilakukan di kawasan TNK. Pembangunan tersebut meliputi tempat kuliner, resort, dan restoran yang mewah.

“Pembangunan tersebut ada di dalam kawasan TNK tepatnya di Pulau Padar dan Rinca,” ungkapnya.

Sebastian berharap agar semua pembangunan itu ditiadakan atau ditutup.

“Terus kita punya simpul-simpul masyarakat pariwisata di sini, ada gerakan-gerakan untuk menolak itu ke depannya. Jadi kita menolak pembangunan di dalam kawasan TNK, karena terkesan bukan lagi konservasi tapi Investasi,” tutup Sebastian.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba