Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kawasan Konservasi TNK Kini Berubah Menjadi Tempat Investasi
NTT NEWS

Kawasan Konservasi TNK Kini Berubah Menjadi Tempat Investasi

By Redaksi7 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pulau Padar di Taman Nasional Komodo (Foto: Tripadvisor.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia Manggarai Barat (DPC HPI Mabar), Sebastian Pandang menyebut kawasan konservasi Taman Nasional Komodo (TNK) kini berubah menjadi kawasan investasi.

“Ya kenapa saya bilang begitu, dari dulu Taman Nasional Komodo kita memproteksi, menjaga dia. Karena di samping dia menjadi sawah ladang kita, dia punya hukum konservasi di sana, jadi tidak boleh ada bangunan-bangunan, ada sentuhan-sentuhan pembangunan manusia yang modern yang kontradiksi dengan alam habitat atau ekosistem yang ada di Taman Nasional Komodo,” ujar Sebastian saat ditemui VoxNtt.com di Kantor Bupati Manggarai Barat, Kamis (06/02/2020)

Sebastian membeberkan akhir-akhir ini program dari Pemerintah Pusat seolah-olah kawasan konservasi TNK sudah berubah.

“Adanya investor-investor yang melakukan usaha wisata di dalam kawasan beberapa pulau itu. Dan itu yang menyebabkan saya katakan cenderung itu bukan konservasi tapi investasi,” tegasnya.

Jika ini dibiarkan kata Sebastian, maka ke depan akan berbahaya bagi kehidupan Taman Nasional Komodo.

Ia menyebut ada beberapa pembangunan yang akan dilakukan di kawasan TNK. Pembangunan tersebut meliputi tempat kuliner, resort, dan restoran yang mewah.

“Pembangunan tersebut ada di dalam kawasan TNK tepatnya di Pulau Padar dan Rinca,” ungkapnya.

Sebastian berharap agar semua pembangunan itu ditiadakan atau ditutup.

“Terus kita punya simpul-simpul masyarakat pariwisata di sini, ada gerakan-gerakan untuk menolak itu ke depannya. Jadi kita menolak pembangunan di dalam kawasan TNK, karena terkesan bukan lagi konservasi tapi Investasi,” tutup Sebastian.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Pulau Komodo TNK
Previous ArticleBawaslu Malaka: ASN yang Berafiliasi dengan Parpol Tertentu adalah Pelanggaran
Next Article Bangga dengan Wartawan Manggarai Barat

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.