Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Lagi, Dua TKI asal Ende Meninggal di Malaysia
Human Trafficking NTT

Lagi, Dua TKI asal Ende Meninggal di Malaysia

By Redaksi13 Februari 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia kembali mengirim dua jenazah TKI asal Kabupaten Ende, NTT pada awal tahun 2020.

Keduanya diketahui bernama Markus Seda (40) asal Wolofeo, Desa Tomberabu II, Kecamatan Ende dan Urbanus Noe (39) asal Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole.

Berdasarkan surat keterangan kematian yang diterbitkan Kedubes, Markus meninggal dunia pada 29 Januari 2020. Sedangkan Urbanus meninggal pada 10 Februari 2020.

Dari surat itu, tertera juga status kedua tenaga kerja tersebut. Urbanus adalah TKI yang memiliki dokumen (legal) sedangkan Markus adalah TKI ilegal atau non prosedural.

Kedua jenazah diterbangkan secara bersama dari Kuala Lumpur ke Jakarta pada tanggal 12 Februari 2020. Dari Jakarta kemudian diterbangkan ke Kupang pada 13 Februari 2020.

Kepala Bidang BP2TKI Dinas Nakertrans Kabupaten Ende Yosefa Dewi menyebutkan bahwa kedua jenazah akan diterima oleh pemerintah daerah Kabupaten Ende pada Jumat 14 Februari 2020. Direncanakan, kedua jenazah menggunakan kapal laut dari Kupang ke Ende.

Di Kupang, kedua jenazah diterima oleh BP3TKI, Kelompok Aktivis Kemanusiaan, Serikat Buruh Migran Indonesia serta sejumlah mahasiswa.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Human Trafficking
Previous ArticleSamsat Ende Mulai Tertibkan Pajak Kendaraan
Next Article Secara Aklamasi, Refafi Gah Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD Hanura NTT

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.