Proyek peningkatan jalan Mok-Ajang-Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
alterntif text

Borong, Vox NTT-Proyek peningkatan jalan Mok-Ajang-Waelengga, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) rusak parah.

Padahal proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV Natalia yang juga pemilik Mario Hotel itu, baru berusia satu bulan lebih.

Anehnya selain menghabiskan dana senilai Rp. 7.477.286.000, proyek ini justru diawasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten yang dimekarkan 2007 silam itu.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (17/2/2020) di beberapa titik seperti Wozang, Betong Torok, Mesi, Wae Kolong, Wae Deru, Sukamandi dan Wae Kekik tampak aspal jalan terkelupas. Ada pula yang sudah retak.

Sepanjang ruas jalan itu juga dipenuhi lubang-lubang. Air bahkan kerap tergenang di lubang-lubang tersebut. Terkadang jalan tersebut becek ketika hujan.

Di beberapa titik seperti Wozang, Betong Torok, Mesi, Wae Kolong dan Deru, badan jalan yang dirusak sudah digali oleh para pekerja. Lalu ditimbuni dengan material berupa pasir.

Saver seorang pekerja yang ditemui VoxNtt.com di lokasi menjelaskan panjang jalan yang tengah diperbaiki itu sekitar 4 kilometer (km) lebih.

“Nanti batu 5/3 lepas, walas dan Vibro jalan kasi padat. Setelah itu siram aspal. Setelah itu kasih masuk 3/2 setelah itu siram lagi baru split,” papar Saver.

Sementara itu warga Desa Mbengan, Bernadus Bakal (65) menegaskan akan terus mengawasi pekerjaan proyek tersebut hingga selesai.

Dia menuturkan sejak awal pengerjaan proyek badan jalan tidak dibersihkan dengan baik.

Jadi pa ngguat le nggami olo gusur laran ngona lebar terus tanah eti ga tutup aspal manga. Mbae tara bersih. Sehingga pas kerja siza langsung siram watu makanya mbae kuat (jadi pa yang kami lihat, dahulu gusur jalan buat lebar. Terus tanah yang digusur itu menutup aspal jalan yang lama. Tanpa dibersihkan. Sehingga pas kerja jalan baru mereka langsung siram batu makanya tidak kuat),” tuturnya.

Sebagai masyarakat dia menilai kontraktor pelaksana proyek hanya mengejar uang tanpa mempertimbangkan kualitas dan asas manfaat bagi masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan usia jalan yang baru beberapa bulan namun kerusakannya sudah sangat para dan memprihatinkan.

“Kalau kerja waktu itu sekitar September tapi kalau resmi bulan Desember berarti aspal ini baru satu lebih usianya,” tukasnya.

“Nanti saya cek terus apa benar tidak seperti dia (Saver) omong. Jangan sampai dia omong tadi karena di depan pa tadi,” tambahnya.

Belum PHO

Dikonfirmasi terpisah kontraktor pelaksana Titus Ahas menjelaskan proyek jalan tersebut belum Provisional Hand Over (PHO).

“Pekerjaaan masih berjalan, makanya untuk sementara masih lakukan perbaikan, kan belum PHO,” ujar Ahas saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (18/2/2020).

Dia juga menjelaskan apabila pekerjaannya sudah selesai pihaknya akan melaporkan ke dinas untuk melakukan PHO.

“Kalau bisa minggu depan kita sudah mulai kerja. Satu minggu lagi, kalau sudah gali semua baru kita mulai lapen lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Matim Yosef H. Yusuf Urus mengaku belum bisa berkomentar lantaran masih melakukan tugas di luar kota.

“Pagi adek saya masih di Bali. Rencana hari Sabtu balik adek,” ujar Sekdis Yosef melalui pesan WhatsApp.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba