Kondisi ruas jalan Welaus - Atambua yang belum ada jembatan dan mengakibatkan banyak kendaraan terjebak banjir, Jumat (21/02/2020) (Foto: Nofry Laka)
alterntif text

Betun, Vox NTT-Puluhan kendaraan baik roda dua dan empat, terjebak banjir di Welaus, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Jumat (21/02/2020). 

Banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah itu sejak pukul 13.00 – 15.18 Wita. Hujan deras ini mengakibatkan banjir di kali Welaus meluap setinggi 1 Meter.

Hal ini mengakibatkan banyak kendaraan terjebak di kedua sisi kali, baik dari arah Atambua, maupun arah Betun Malaka.

Puluhan warga pun akhirnya turun ke jalan
membantu pengendara melintasi arus banjir yang deras. Sejumlah sepeda motor tampak mogok dan terpaksa digotong warga.

Piter Manek, salah seorang pengendara mengaku, ia terbantu oleh para pemuda Welaus yang menjual jasa menggotong mobilnya yang mogok di tengah banjir.

“Kalau mobil dipatok harga Rp 10 ribu. Sedangkan sepeda motor Rp10-20 ribu,” katanya.

Pantauan VoxNtt.com, di antara puluhan kendaraan yang terjebak banjir itu, ada juga kendaraan anggota DPRD Malaka dari Fraksi Gerindra, Fransiskus Xaverius Taolin.

Menurut Taolin, anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut sudah dianggarkan tahun 2020 ini.

“Saya tahu persis karena komisi III mitra langsung dengan Dinas PUPR Kabupaten Malaka. Dalam RDP bersama Kadis PUPR sudah dijawab bahwa tahun ini sudah dianggarkan dana dari provinsi untuk pembangunan ruas jalan raya dari Desa Teun hingga Desa Sanleo sepanjang 15 kilometer dan satu unit jembatan Welaus,” ujarnya kepada VoxNtt.com.

Ia berharap Pemda Malaka bekerja serius mengawal proses rencana pembangunan jembatan hingga terealisasi.

“Mestinya jembatan ini harus didahulukan untuk dikerjakan,” tandasnya.

Pantauan VoxNtt.com, selama sepekan terakhir ini, jika hujan turun berdurasi 1 jam atau lebih, maka aliran air di kali Welaus, Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima ini banjirnya meluap.

Hal ini menghambat para pengguna jalan yang hendak ke Kota Atambua (Belu) atau warga masyarakat yang dari Kecamatan Malaka Timur dan Laenmanen yang hendak turun ke Kota Betun.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba