Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemda Belu Sigap Menanggapi Kasus Kematian Ratusan Ekor Babi
NTT NEWS

Pemda Belu Sigap Menanggapi Kasus Kematian Ratusan Ekor Babi

By Redaksi24 Februari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi. (Foto: cnnindonesia.com).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Hingga pertengahan Februari 2020, sesuai data di Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Belu, sudah 570 ekor babi yang mati.

Jumlah ini belum termasuk kematian babi yang tidak dilaporkan masyarakat kepada pihak terkait, seperti penyuluh peternakan atau Dinas Peternakan Kabupaten Belu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri ketika dikonfirmasi VoxNtt.com melalui pesan Watsappnya, Senin (24/02/2020).

Nikolaus menjelaskan, kematian ratusan ekor ternak babi itu belum diketahui persis penyebabnya.

Baca Juga: Ratusan Ekor Babi di Timor Mati, Diduga Akibat Diserang Virus ASF

Pasalanya, saat ini Disnak Kabupaten Belu sementara menunggu hasil uji laboratorium dari  BB Vet di Medan, Sumatera Utara dimana pada dua pekan lalu, pihaknya telah terlebih dahulu mengirim sampel organ babi yang mati.

“Pemda Belu melalui Dinas Peternakan telah melakukan pemeriksaan atas gejala klinis terhadap ternak yang terserang virus mematikan itu. Hanya saja, hingga kini belum diketahui secara pasti penyakit yang menyerang ternak babi di Belu, sehingga kita belum bisa memastikan jenis virus apa yang menyerang babi di Belu bahkan di seluruh Timor Barat,” terang Nikolaus.

Disampaikannya, dari total 570 ekor babi mati yang dilaporkan, terdapat paling banyak terjadi di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Atambua Selatan sebannyak 120 ekor, Atambua Barat 69 ekor dan Kecamatan Lasiolat 80 ekor dan selebihnya tersebar di sembilan kecamatan lainnya.

Jumlah ini belum termasuk kematian yang tidak dilaporkan.

Menyikapi fenomena matinya ratusan ekor babi, Disnak Belu mengambil sejumlah langkah sigap seperti, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap babi milik masyarakat yang masih sehat dan memberikan vaksin pencegahan.

Selain itu, masyarakat pemilik ternak babi juga diminta untuk memperhatikan kesehatan babi peliharaannya dengan menjaga kualitas pakan serta sanitasi kandang harus disteril.

Baca Juga: Virus Aneh Serang Babi di Malaka

Ia juga meminta agar apabila ada babi milik masyarakat yang terserang virus dan mati, hendaknya dagingnya jangan dimakan tapi untuk mencegah bertambahnya jumlah kematian babi, babi yang sudah mati sebaiknya dikuburkan.

Selain itu, sebagai langkah antispasi agar tidak terus bertambah angka kematian babi di Belu, Dinas Peternakan telah menyiapkan draft instruksi Bupati Belu untuk mengimbau masyarakat Kabupaten Belu agar ikut berperan aktif mengatasi virus mematikan, yang sudah memakan korban ratusan ekor babi.

Langkah yang sudah diambil lewat kebijakan Bupati dengan surat edaran kedua untuk para camat dan Kades/Lurah yang isinya melarang masuk atau keluar babi dari dan ke Kabupaten Belu serta larangan masuk keluar babi antar-Desa/Kelurahan.

“Selain itu, masyarakat diminta untuk perketat Biosecurity ternak babi yang masih sehat dan penyemprotan desinfektan pada kandang dan ternak babi”,tutup Nokolaus.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

ASF Belu
Previous ArticleSP Online Harus Berdampak Riil Turunkan Kemiskinan di NTT
Next Article 74 Rumah di Desa Golo Bore Mabar Dapat Air Minum Bersih

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.