Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Terkena DBD, Dua Warga TTU Meninggal Dunia
KESEHATAN

Terkena DBD, Dua Warga TTU Meninggal Dunia

By Redaksi11 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Thomas Laka saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 11 Maret 2020(Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Dua warga Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meninggal dunia akibat terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kedua warga tersebut masing-masing berdomisili di Desa Mauk’Abatan dan Desa Tuamese Kecamatan Biboki Anleu.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Thomas Laka menuturkan, total kasus DBD hingga saat ini sebanyak 215 kasus.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 158 pasien dinyatakan sudah sembuh. Sedangkan yang sementara menjalani rawat inap di Puskesmas Wini ada 7 orang.

Kemudian pasien DBD yang dirawat di RSUD TTU dan Belu ada 33 orang dan yang menjalani rawat jalan 5 orang.

“Sementara yang meninggal itu ada 2 orang, yang meninggal itu karena terlambat dirujuk, waktu dirujuk di rumah sakit Atambua baru 10 menit meninggal dunia,” jelasnya.

Thomas pun mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Tidak boleh ada genangan air atau media lainnya yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Ia juga menegaskan, apabila ada masyarakat yang terindikasi terkena penyakit DBD, hendaknya langsung dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan.

“Kalau ada gejala-gejala panas, harus segera bawa ke rumah sakit atau sarana kesehatan terdekat, jangan tunggu sampai anak (korban) sudah kritis atau shyok baru ditangani oleh petugas kesehatan,” tegasnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

DBD DBD TTU Dinkes TTU TTU
Previous ArticleRingankan Beban Warga Perbatasan, Satgas Yonif R 142/KJ Gelar Baksos
Next Article Marius Boko Resmi Pimpin Demokrat Malaka

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.