Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Antisipasi Dampak Corona, Stok Beras di Belu-TTU-Malaka Bertahan Selama 6 Bulan
Regional NTT

Antisipasi Dampak Corona, Stok Beras di Belu-TTU-Malaka Bertahan Selama 6 Bulan

By Redaksi25 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Belu, Willybrodus Lay (tengah) saat melakukan Sidak di Gudan Beras Bulog Sub Drive Atambua di Atapupu (Foto:Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua,Vox NTT-Pemerintah daerah di NTT mulai mengantisipasi dampak penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Salah satu yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan stok pangan terutama beras yang menjadi makanan utama masyarakat, selain jagung, ubi dan pisang.

Seperti di kabupaten Belu, usai melakukan sidak, Bupati Belu, Willybrodus Lay, memastikan stok beras untuk kabupaten Belu di gudang Bulog Sub Drive Atambua.

Hasilnya, stok beras aman selama enam bulan ke depan. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir dan panik.

“Hari Sabtu kemarin ada isu kalau stok beras menipis dan pasar mau ditutup. Itu tidak benar,” tegas Bupati Willy usai mengunjungi gudang Bulog Sub Drive Atambua di Atapupu kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Senin,(23/03/2020).

Sesuai perhitungan dan data dari Bulog Sub Divre Atambua, stok beras cukup untuk enam bulan ke depan bagi tiga kabupaten yakni Kabupaten Belu, TTU dan kabupaten Malaka.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa terkait stok beras yang ada cukup sekali untuk enam bulan ke depan, tidak perlu panik dan membeli dalam jumlah yang banyak apalagi menimbun. Beli sesuai kebutuhan”, ajak Ketua DPC Demokrat kabupaten Belu ini.

Pada kesempatan itu ia juga menghimbau kepada para tenaga bongkar muat beras agar dalam melaksanakan tugas selalu menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri terutama tangan dengan cara mencuci menggunakan sabun.

Terpisah, Kepala Seksi Operasional Bulog Sub Divre Atambua, Stefanus Masu Sonbai mengatakan stok beras saat ini sekitar 1.400 ton dan sekarang sementara dilakukan pembongkaran lagi 1.000 ton.

Bulan Mei nanti masuk lagi stok 1.000 ton, jadi untuk stok di tiga kabupaten yakni Belu, TTU dan Malaka sangat cukup.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu Beras Bulog Belu
Previous ArticleTangani Covid-19, DPRD Ende Minta Pemerintah Gunakan Anggaran Tak Terduga
Next Article Ferdi Hasiman Urges Jokowi to Immediately Close Air and Sea Transportation to NTT

Related Posts

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

Dua Anggota Eks Polres Nagekeo Terseret Skandal, Satu DPO dan Satu Lolos lewat Restorative Justice

16 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.