Bupati Belu, Willybrodus Lay (tengah) saat melakukan Sidak di Gudan Beras Bulog Sub Drive Atambua di Atapupu (Foto:Ist)
alterntif text

Atambua,Vox NTT-Pemerintah daerah di NTT mulai mengantisipasi dampak penyebaran virus corona atau Covid-19. 

Salah satu yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan stok pangan terutama beras yang menjadi makanan utama masyarakat, selain jagung, ubi dan pisang.

Seperti di kabupaten Belu, usai melakukan sidak, Bupati Belu, Willybrodus Lay, memastikan stok beras untuk kabupaten Belu di gudang Bulog Sub Drive Atambua.

Hasilnya, stok beras aman selama enam bulan ke depan. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak khawatir dan panik.

“Hari Sabtu kemarin ada isu kalau stok beras menipis dan pasar mau ditutup. Itu tidak benar,” tegas Bupati Willy usai mengunjungi gudang Bulog Sub Drive Atambua di Atapupu kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Senin,(23/03/2020).

Sesuai perhitungan dan data dari Bulog Sub Divre Atambua, stok beras cukup untuk enam bulan ke depan bagi tiga kabupaten yakni Kabupaten Belu, TTU dan kabupaten Malaka.

“Masyarakat tidak perlu khawatir bahwa terkait stok beras yang ada cukup sekali untuk enam bulan ke depan, tidak perlu panik dan membeli dalam jumlah yang banyak apalagi menimbun. Beli sesuai kebutuhan”, ajak Ketua DPC Demokrat kabupaten Belu ini.

Pada kesempatan itu ia juga menghimbau kepada para tenaga bongkar muat beras agar dalam melaksanakan tugas selalu menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri terutama tangan dengan cara mencuci menggunakan sabun.

Terpisah, Kepala Seksi Operasional Bulog Sub Divre Atambua, Stefanus Masu Sonbai mengatakan stok beras saat ini sekitar 1.400 ton dan sekarang sementara dilakukan pembongkaran lagi 1.000 ton.

Bulan Mei nanti masuk lagi stok 1.000 ton, jadi untuk stok di tiga kabupaten yakni Belu, TTU dan Malaka sangat cukup.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K