Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemkab Manggarai Ungkap Kesulitan Dapatkan APD
KESEHATAN

Pemkab Manggarai Ungkap Kesulitan Dapatkan APD

By Redaksi25 Maret 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tenaga medis dari Puskesmas Watu Alo saat mengantar ODP Covid-19 di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng (Foto: Facebook Andro)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai mengungkapkan kesulitan dalam mendapatkan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk petugas medis yang menangani kasus virus corona atau Covid-19.

Pengakuan tersebut disampaikan menyusul banyaknya sorotan yang merebak akhir-akhir ini terkait kekurangan APD untuk tenaga medis.

Baca: Kabupaten Manggarai Kekurangan APD untuk Tenaga Medis

Pasalnya, banyak tenaga medis terpaksa menggunakan pengaman seadanya, termasuk mantel hujan, ketika hendak menangani orang dalam pemantauan (ODP) virus corona.

Direktur BLUD RSUD dr. Ben Mboi, dr. Imaculata Veronika mengaku, di rumah sakit itu stok APD standar sangat terbatas dan satunya telah digunakan untuk PDP virus corona pada Selasa, 24 Maret 2020.

Imaculata menyatakan, pihaknya telah memesan APD dalam jumlah yang banyak beberapa waktu yang lalu. Namun sayangnya, pesanan ADP itu tidak datang sekaligus.

“Pesanan kita tidak datang sekaligus. Dan tidak bisa dapat dari 1 distributor, karena ada yang stok-nya terbatas dan ada yang melakukan pembatasan (pelayanan pemesanan) pada jumlah tertentu,” ungkapnya dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Rabu (25/03/2020).

Ia mengungkapkan, hari ini Rabu (25/03), pihaknya mendapatkan 10 ADP dari Kupang dan Jumat (27/03) akan mendapatkan kiriman dari Denpasar, Bali.

“Dari Surabaya minta waktu Senin depan. Ada yang dari Jakarta, jumlahnya 150 dikirim sejak tanggal 20, sudah sampai Kupang. Yang dari Jakarta itu dihubungi Ibu Naf (dr. Nafsiah Mboi),” imbuh Imaculata.

Dia menjelaskan, hitungan pemesanan awal mereka adalah sebanyak 200 APD. Namun demikian, semua tergantung ketersediaan barang di distributor.

“Ada yang stock out. Ada yang batasi jumlah pesanan. Ada yang baru bisa minggu depan, dan seterusnya. Makanya yang terjadi, yang hari ini siap, kita pesan,” katanya.

Imaculata juga menyampaikan apresiasi pada semua pihak yang turut peduli dan mau membantu APD untuk RSUD dr. Ben Mboi.

“Beberapa berkenan membantu. Sudah ada yang kirim APD, semoga Jumat bisa sampai. Kita bersyukur untuk kepedulian besar itu,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Manggarai sendiri telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Anggaran tersebut bersumber dari APBD yang sengaja disiapkan untuk penanganan hal-hal yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.

“Biasanya anggaran ini kita gunakan untuk penanganan bencana alam. Tetapi tahun kita alihkan anggaran itu untuk tanggap darurat bencana non alam, yakni Covid-19,” jelas Bupati Manggarai, Deno Kamelus di sela kegiatan pemantauan penanganan Covid-19 di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Langke Rembong pada Senin, 23 Maret 2020 kemarin.

Bupati Deno mengatakan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sedang mendiskusikan soal pergeseran anggaran untuk membantu kesiapan RSUD dr. Ben Mboi, termasuk pemesanan APD, disinfektan, serta kebutuhan lainnya.

Namun Ketua Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai ini mengakui kesulitan mendapatkan alat-alat penunjang yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan Covid-19.

“Kita punya uang. Kita bisa melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan petunjuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan, tetapi dalam kondisi ini kita masih sulit mendapatkan itu. Oleh karena itu kami akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Propvinsi dan Pusat dalam hal pengadaan alat itu,” jelasnya.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Kamelus Deno RSUD Ruteng Virus Corona
Previous ArticleSatu PDP Covid-19 Meninggal di RSUD Komodo
Next Article Melki Pimpin Raker terkait Covid-19, Ini Poin-poin yang Disampaikan Komisi IX DPR

Related Posts

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Mobil Avanza Tabrak Rumah di Cibal, Empat Warga Luka-Luka

30 Mei 2026

Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin

29 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.