Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Anggota DPRD TTS Marak Lakukan Kekerasan, Tomas: Citra Lembaga Ikut Rusak
Regional NTT

Anggota DPRD TTS Marak Lakukan Kekerasan, Tomas: Citra Lembaga Ikut Rusak

By Redaksi22 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Habel Hitarihun, tokoh masyarakat di TTS
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE,Vox NTT-Kasus kekerasan akhir-akhir ini marak terjadi dengan melibatkan beberapa oknum anggota Dewan Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Timor Tengah Selatan (DPRD TTS). Kini, aksi kekerasan itu menuai kritikan keras masyarakat.

Habel Hitarihun, tokoh masyarakat (Tomas) TTS mengkritik keras maraknya aksi kekerasan dan aksi premanisme yang dipertontonkan oleh beberapa oknum anggota DPRD TTS di tengah masyarakat.

Hitarihun yang adalah anggota DPRD TTS Periode 2004-2009 ini menyesalkan, aksi-aksi kekerasan oleh oknum-oknum anggota DPRD TTS di luar tugas pokoknya.

Dia menyebut aksi oknum-oknum yang melakukan kekerasan di luar tugas pokok dan fungsi, hanya merusak citra lembaga terhormat DPRD TTS.

Sudah begitu, lanjut Hitarihun, proses pemeriksaan di lembaga Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS pun terkesan hanya kamuflase semata.

“Tata tertib dan kode etik di BK itu sudah ada. Hanya yang terjadi adalah tidak pernah ada tindakan yang tegas,” katanya saat diwawancarai VoxNtt.com, Selasa (21/04/2020).

Mestinya, menurut tokoh masyarakat ini, hasil pemeriksaan diserahkan kepada partai dari oknum-oknum tersebut, sehingga harus ada penindakan dan penertiban secara tegas dan jelas.

“Selama ini kan, ditutupi. Padahal DPRD itu lembaga yang terhormat. Bukan menampung orang-orang liar yang kelakukannya merusak citra lembaga yang terhormat,” tagas Hitarihun.

Dia mengungkapkan, kelemahannya adalah BK di DPRD semuanya adalah anggota dewan.

“Dulu sesuai Permendagri, dari lima anggota BK, duanya dari tokoh masyarakat, tiga dari DPRD. Namun, dengan adanya perubahan aturan maka anggota BK semuanya dari DPRD. Ini yang menimbulkan biang ketidaktegasan. BK dalam melakukan penindakan,” urainya.

Tindakan-tindakan kekerasan menurut Hitarihun, menunjukkan orang sudah tidak tahu diri, tidak rasa diri dan tidak jaga diri.

“Tugas anggota dewan itu memperjuangkan aspirasi masyarakat, mewakil rakyat bukan liar begitu,” tutupnya.

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba

DPRD TTS TTS
Previous ArticleBelum Ada Hasil Swab, Eks Penumpang KM Lambelu Tidak Diperbolehkan Pulang
Next Article Komcab Pemuda Katolik dan PKK Nagekeo Bagi-bagi Masker kepada Petani

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.