Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sudah Tiga Hari, Puluhan Penumpang asal Manggarai Raya Tertahan di Sape
KESEHATAN

Sudah Tiga Hari, Puluhan Penumpang asal Manggarai Raya Tertahan di Sape

By Redaksi25 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penumpang asal Manggarai Raya tidur di ruang tunggu Pelabuhan Sape, Bima (Foto: Dok. Kristianus Jehadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Puluhan penumpang asal Manggarai Raya (Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur) masih tertahan di Pelabuhan Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah tiga hari.

Puluhan penumpang ini hendak menuju Pelabuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun tidak diizinkan.

Salah satu penumpang asal Manggarai Timur Kristianus Jehadi mengaku, lebih dari dari 30 penumpang asal Manggarai Raya tertahan di Pelabuhan Sape lantaran pelayaran ditutup.

“Tidak diizinkan kita untuk ikut nyeberang ke Labuan Bajo ko, khusus untuk penumpang dan roda dua tidak bisa ikut nyeberang. Kita sudah 3 hari di Sape, Bima,” kata Kristianus kepada VoxNtt.com, Sabtu (25/04/2020) malam.

Ia mengaku, selama tertahan di Pelabuhan Sape para penumpang terpaksa tidur di ruang tunggu pelabuhan. Makan dan minum pun ditanggung sendiri para penumpang.

Ada juga penumpang asal Manggarai Raya yang menginap di rumah keluarga di daerah itu.

“Kami di ruang tunggu tidur langsung di lantai,” ujar dia.

“Kapal nyeberang, cuman tidak bisa angkut penumpang dan kendaraan roda dua,” imbuh Kristianus.

Menurut dia, Pemerintah Provinsi NTT yang melarang melakukan penyeberangan. Sementara Pemprov NTB masih mengizinkan untuk melakukan penyeberangan menuju Pelabuhan Labuan Bajo.

Terpisah, Kepala Humas dan Protokol Pemprov NTT Marius Jelamu menegaskan, dari segi regulasi Menteri Perhubungan memang sudah melarang adanya penyeberangan penumpang.

“Tapi kita tidak izinkan mereka masuk, kasihan juga. Besok mereka diizinkan ke Labuan Bajo. Ini yang terakhir. sesudah itu ditutup guna pencegahan,” ujar Marius saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Virus Corona
Previous ArticleYabiku NTT Bagikan Masker dan Tempat Cuci Tangan di TTU
Next Article HUT ke-24, Wali Kota Kupang Paparkan Sejumlah Capaian

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Barat Terima Dana CSR dari Bank NTT

15 September 2026

Ketua DPW NasDem NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Manggarai Raya

15 September 2026

Tokoh Muda Batu Tiga Pastikan Dukung Arfandi di Pilkades 2026

15 September 2026

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.