Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Warga Luwuk: Manusia Saja yang Beranak, Tanah Tidak
Ekbis

Warga Luwuk: Manusia Saja yang Beranak, Tanah Tidak

By Redaksi26 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Karolina Hinam (57), warga Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Matim yang menolak kehadiran tambang dan pabrik semen (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Cucuran keringat membasahi wajahnya di siang yang panas itu. Raut wajah sendu dan melemah mewarnai setiap ucapannya.

Di hadapan para awak media, Jumat (17/04/2020) lalu, pemilik nama lengkap Karolina Hinam (57) itu perlahan mulai mengungkapkan curahan hatinya yang didera kesedihan di tengah kebahagiaan mereka selama ini.

Isu kehadiran pabrik semen di wilayah itu seolah meretak rasa aman dan nyaman, serta kebahagian yang boleh dibangun keluarga Karolina dari tahun ke tahun.

Baca: Timbang Untung dan Buntung Pabrik Semen Lingko Lolok

Karolina adalah salah satu warga yang menolak rencana pendirian pabrik semen di kampung halamannya, Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Manusia saja yang ada anak. Tanah tidak. Tanah kami ini adalah warisan nenek moyang kami,” ucap Karolina kepada sejumlah awak media saat bertemu di Kampung Luwuk, Jumat dua pekan lalu itu.

Curahan hati penolakannya cukup serius dan sarat dengan pesan adat untuk mempertahankan tanah sebagai warisan pusaka leluhur.

Janda tujuh anak itu mengatakan, tanah adalah warisan nenek moyang. Ditambah lagi pesan suaminya sebelum meninggal agar tetap menjaga tanah-tanah keluarga mereka.

“Suami saya bilang, kalau jalan raya dari Reo sampai ke Dampek saja (yang diberikan), kalau perusahaan tidak boleh,” katanya.

Ia juga menolak tanah mereka diberikan kepada perusahaan semen setelah melihat aktivitas tambang mangan dari PT Arumbai Mangan Bekti, yang letaknya tidak jauh dari Kampung Luwuk. Menurut dia, aktivitas penambangan mangan tersebut telah merusak alam dan lingkungan.

Baca: “Bagaimanapun Bentuknya, Saya Punya Tanah Tidak Boleh Diganggu”

Senada dengan Karolina, Kontantianus Esa (62) seorang warga Luwuk lainnya, dengan tegas menolak rencana pemerintah untuk mendirikan pabrik semen di wilayah itu.

Ayah 3 anak ini beralasan tanahnya merupakan warisan pusaka peninggalan sang ayah.

“Dasar tolak karena tanah warisan pusaka dari bapa saya. Pesan bapa saya dulu, tanah tidak boleh hilang,” ujar Kontantianus.

Kontantianus sendiri memiliki tanah tujuh bidang. Satunya adalah lahan sawah yang menghasilkan padi setiap tahun. Di sawah itu juga ada sumber mata air yang dikonsumsi masyarakat Kampung Luwuk.

“Tolak berdiri perusahaan, di atas sawah saya. Saya siap hadang saja kalau mereka paksa berdiri di saya punya lahan. Di sawah saya ada mata air untuk (warga) Kampung Luwuk,” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam rencananya pabrik semen di Kampung Luwuk akan dikelola oleh dua perusahaan. Keduanya yakni, PT Singa Merah dan PT Istindo Mitra Manggarai.

Penulis: Ardy Abba

Klik di sini untuk mengikuti pemberitaan terkait rencana pendirian pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok. . .

Kabupaten Manggarai Lingko Lolok Matim
Previous ArticleSosok Mayat Pria Ditemukan di Pantai Nangamboa Ende
Next Article TPDI: Bupati Agas Seolah Jadi Juru Selamat untuk Warganya

Related Posts

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Mobil Avanza Tabrak Rumah di Cibal, Empat Warga Luka-Luka

30 Mei 2026

Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin

29 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.