Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Aisyah Sempat Kritis Pasca Operasi Jantung
KESEHATAN

Aisyah Sempat Kritis Pasca Operasi Jantung

By Redaksi4 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bayi Aisyah sebelum menjalani operasi jantung, beberapa waktu lalu (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Siti Aisyah Salsabila, bayi berusia tujuh bulan asal Ende, NTT sempat kritis pasca operasi jantung di RS Harapan Kita Jakarta Barat.

Dokter jantung mengabarkan bahwa Aisyah mengalami komplikasi organ tubuh yang sangat serius. Selain masalah jantung atau Ventracular Sentral Defect (VSD), Aisyah juga mengalami gangguan pada pembuluh darah.

Diagnosis medis, pembuluh darah vena dan arteri terbalik hingga mengganggu sirkulasi peredaran darah pada tubuh Aisyah. Hal itu mengakibatkan risiko pasca operasi jantung.

Kondisi kesehatan Aisyah yang sempat kritis membuat keluarga syok. Pasalnya, trombosit atau keping-keping darah sempat turun drastis hingga Aisyah tak berdaya.

“Aisyah hari ini kondisinya kurang baik dia sempat kritis. Kata dokter trombositnya turun jauh sekali,” kata ayah Aisyah, Tamrin Sado, belum lama ini.

Pasca operasi jantung pada Senin (06/04/2020) lalu, Tamrin dan keluarga tidak dapat menjenguk Aisyah secara langsung. Selain akibat dari wabah corona, petugas kesehatan meminta keluarga bertahan hingga menunggu informasi perkembangan kondisi kesehatan Aisyah dari rumah sakit setempat.

Tamrin menerangkan sejak selesai operasi jantung dan pembuluh darah, siklus kondisi kesehatan bayi asal Lokoboko tersebut menjadi ombang ambing.

Saat operasi pada 6 April, Aisyah mengalami pendarahan luar biasa. Hal itu akibat permasalahan pada pembuluh darah yang berfungsi menghantar darah mengandung oksigen dan karbondioksida dari dan ke jantung.

Kemudian pada 8 April, keadaan Aisyah membaik dan pendarahan berhenti. Namun, kondisinya masih dibius dan bekas operasi belum dijahit.

“Ya, waktu itu dosis obatnya masih tinggi,” tutur Tamrin.

Tanggal 11 April, proses penutupan bekas operasi pada dada Aisyah berjalan baik. Kondisi kesehatannya pun membaik dengan memberikan dosis obat standar serta beberapa perangkat medis pada tubuh Aisyah dilepaskan.

“Aisyah masih tetap dibius, kata dokter sampai bekas operasi sembuh total,” kata Tamrin.

Namun, jelas dia, kondisi kesehatan Aisyah kembali kritis pada 18 April. Kata dokter, keping-keping darah yang tidak beraturan membuat kondisi Aisyah sempat drop.

“Kalau keadaannya kurang baik pihak rumah sakit baru telepon kita. Mohon doanya semoga Aisyah bisa melewati itu semua,” ujar Tamrin.

Sejak itu, Aisyah mulai dirawat secara intensif oleh pihak RS Jantung Harapan Kita. Aisyah masih dirawat di ruang ICU dan kondisi kesehatan dikabarkan membaik.

Tamrin menjelaskan, berat badan Aisyah mengalami penurunan secara drastis akibat kurang diberikan asupan makanan secara normal.

Pada 3 Mei, Aisyah sudah bisa konsumsi air putih dan sudah lebih aktif dari sebelumnya.

“Iya, kalau menangis sudah sangat kencang. Dokter bilang dia sudah mulai aktif,” tutur dia.

Tamrin kembali menerangkan bahwa selama ini, keluarga tidak diizinkan menjenguk Aisyah secara langsung. Jika ada keperluan lain, barulah pihak rumah sakit menghubungi keluarga.

“Saya sebagai orangtuanya masih mengharapkan dukungan dan doa dari kalian semua, semoga Aisyah cepat pulih dan pulang ke Ende,” kata Tamrin, berharap.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSebuah Kesaksian: Kita Hidup di Tumbak Bukan Karena Tambang
Next Article Lenceng dari Ketentuan Hukum, Pabrik Semen di Matim Harus Ditolak

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.