Sirilus Moa, SE, Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo. (Foto: Patrick/Vox NTT)
alterntif text

Mbay, Vox NTT- Beberapa Pekerja Seks Komersial (PSK) di Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo, NTT mulai merasakan dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

Penghasilan dari jasa esek-esek mereka menurun drastis selama masa pandemi Covid-19.

Penurunan pendapatan para PSK terjadi sejak Pemerintah Kabupaten Nagekeo memberlakukan pembatasan sosial (social distancing).

Kebijakan itu diduga telah pemicu menurunnya jumlah pelanggan yang hendak menggunakan jasa mereka.

M, salah seorang PSK asal Provinsi Sulawesi Selatan mengaku, biasanya sebelum adanya pemberlakuan pembatasan sosial (social distancing) satu PSK diperkirakan dapat melayani satu hingga tiga pelanggan dalam waktu satu malam.

Dari jumlah itu, mereka memperoleh penghasilan sekitar Rp 200-400 ribu per malamnya.

Selama satu bulan, uang dari jasa esek-esek yang diperoleh dari pelanggan ditaksir berkisar antara 3 – 6 Juta rupiah.

Apalagi, para PSK itu umumnya adalah orangtua tunggal. Uang itu juga untuk membiayai kebutuhan anak-anak mereka.

Angka itu dianggap cukup juga untuk memenuhi kebutuhan para PSK selama satu bulan.

Itu sudah termasuk untuk membiayai sewa kamar, kebutuhan makan dan minum, pulsa, kosmetik, kebutuhan pembelian rokok dan alat kontrasepsi.

Namun setelah adanya wabah virus corona atau Covid-19, jumlah pelanggan yang membutuhkan layanan mereka menurun secara drastis.

“Saat corona ini, satu bulan paling dua atau tiga orang saja Pak. Sepi sekali soalnya,” kata M.

M berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Sosial dapat ikut membantu mereka melalui pemberian bantuan langsung tunai (BLT).

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo Sirilus Moa mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk membantu para PSK adalah melalui bantuan paket uang dan Sembako yang diberikan langsung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Menurutnya, meski tidak ada regulasi yang mengatur secara khusus, namun kelompok PSK masuk dalam kategori sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang bisa dibantu melalui bantuan paket Sembako dan uang tunai dari Kemensos.

Adapun bantuan yang akan diberikan berupa uang, beras, minyak goreng, telur dan jenis Sembako lainnya.

Persoalannya, pihaknya belum mengantongi identitas dan jumlah PSK yang ada di Kabupaten Nagekeo.

“Dan kalau untuk PSK itu ada teman saya yang di bidang sebelah itu, Pak Papin Abraham namanya. Dia lebih tahu tentang PSK. Dia di bidang rehabilitasi sosial,” kata Sirilus kepada VoxNtt.com, Rabu (27/05/2020).

Saat ini, Bidang Perlindungan Sosial tengah fokus memberi bantuan kepada keluarga tidak mampu di luar PNS, TNI, Polri dan aparat desa sesuai arahan Dirjen Penanganan Fakir Miskin.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba