FMB Surabaya saat menyalurkan Sembako untuk para mahasiswa dan pekerja yang di-PHK asal Malaka, Minggu (31/05/2020) (Foto: Stefanus Wali)
alterntif text

Betun, Vox NTT – Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malaka, Emanuel Bria dan Roy Tei Seran (EB -RTS) membagikan paket Sembako untuk warga Malaka di Surabaya, Jawa Timur.

Pembagian Sembako berupa beras 3 kg dan mie instan 5 bungkus tersebut melalui relawan Forum Malaka Bangkit (FMB) Cabang Kota Surabaya, Minggu (31/05/2020).

Kali ini sasarannya adalah para pekerja yang di-PHK dan mahasiswa asal Malaka yang berada di Surabaya.

Paket EB-RTS membagikan sedikitnya 85 paket Sembako di dua titik posko. Keduanya yaitu Basecamp Kumpulan Muda – mudi Malaka Surabaya (KMS) dan posko di Universitas WR. Supratman Surabaya.

Salah satu mahasiswa di Surabaya, Stefanus Wali mengatakan, masyarakat dan mahasiswa yang terdaftar dalam penerimaan Sembako sangat berterima kasih kepada EB -RTS.

Menurut mahasiswa Universitas Wijaya Putra Surabaya itu, dalam masa pandemi Covid-19 itu, Paket EB-RTS tetap memperhatikan mereka dengan membagikan Sembako.

“Kepada tim FMB Surabaya kami menyampaikan terima kasih dan akan mendoakan serta mendukung penuh semua program yang sedang direncanakan EB-RTS demi membangun masa depan Rai Malaka kita tercinta itu,” kata Stefanus saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon.

Saat bersamaan, di Kabupaten Malaka relawan Paket EB – RTS melalui komunitas FMB melakukan kegiatan yang sama.

Paket EB-RTS melalu FMB membagi Sembako untuk masyarakat Desa Lasaen, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Minggu (31/05/2020).

Relawan FMB di Lasaen menyalurkan 50 paket Sembako untuk masyarakat kecil terutama para janda dan kaum renta.

Relawan FMB saat membantu Sembako untuk masyarakat kecil Desa Lasaen, Minggu (31/05/2020) (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)

Ketua FMB Robert Bria mengatakan, aksi ini seperti biasa adalah bentuk kepedulian bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Emanuel Bria dan Roy Tei Seran.

Hal itu terkait dampak pandemi Covid-19 yang melemahkan ekonomi secara global dan nasional.

Emanuel menambahkan, politik adalah pesta rakyat dan harus dilaksanakan dengan riang gembira.

“Politik dan kemanusiaan harus sejalan dan politik itu harus riang gembira karena itu adalah pesta rakyat,” katanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba