Perkuat barisan, FMB giat menjaring anggota, Selasa (02/06/2020) (Foto: Anny Leong)
alterntif text

Betun, Vox NTT – Relawan Forum Malaka Bangkit (FMB) kian gencar menjaring simpatisan untuk kemajuan Kabupaten Malaka di masa yang akan datang.

FMB adalah komunitas kemanusiaan yang giat membantu masyarakat kecil di kabupaten itu.

Komunitas besutan Emanuel Bria dan Roy Tei Seran (EB-RTS) itu rajin menjaring banyak kaum muda di hampir seluruh pelosok Malaka.

Saat pandemi Covid-19, FMB sudah berpartisipasi membantu kaum renta yang terkena dampak.

Ribuan masker dan Sembako sudah mereka salurkan baik di Malaka, Jakarta maupun Surabaya.

Untuk memperkuat anggota relawan, pengurus FMB mulai turun menjaring anggota dengan menawarkan visi -misi FMB.

Kali ini, mereka menjaring kaum muda di Desa Umalawain, Kecamatan Weliman.

Pantauan VoxNtt.com, Selasa (02/06/2020), di rumah salah satu warga tampak sejumlah pemuda sudah menanti kedatangan para pengurus FMB.

Di sana, Ketua FMB Robert Bria dan Sekretarisnya Andy Manek mulai memaparkan visi – misi FMB.

Andy Manek kepada para calon relawan yang berjumlah 20-an orang itu meminta agar kaum muda jangan takut berorganisasi atau pun berpolitik.

Menurutnya, nasib Kabupaten Malaka ada di tangan para pemuda. Untuk itu tidak boleh takut terhadap berbagai tekanan.

“FMB ini pendirinya adalah bapak Emanuel Bria dan bapak Roy Tei Seran. Mereka berdua adalah bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Malaka. FMB tidak hanya bergerak di bidang politik, namun jangkauan FMB luas dan segala aspek menyangkut manusia, kita bisa kolaborasikan,” kata Andy.

Fidelis Nahak Bria, yang dituakan di Desa Umalawain menyemangati para kaum muda agar jangan takut, kalau mau Malaka berubah.

Ia mengajak anak muda berjuang dan berubah di komunitas FMB bersama Emanuel Bria dan Roy Tei Seran.

“Jangan takut berorganisasi dan jangan takut berpolitik. Ini untuk perubahan bersama. Saya sudah tua tapi semangat masih muda. Dukung orang yang santun. Jangan dukung orang yang pakai kita hanya sesaat saja,” katanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba