Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Penerima PKH di Desa Rana Kulan Diduga Bermasalah, Dinsos Matim Sudah Bersurat ke BRI
VOX DESA

Penerima PKH di Desa Rana Kulan Diduga Bermasalah, Dinsos Matim Sudah Bersurat ke BRI

By Redaksi5 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Salah satu anggota penerima PKH di Desa Rana Kulan, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Bernadeta Tamu diduga bermasalah.

Kepala Desa Rana Kulan Fransiskus Sanjay menjelaskan, Bernadeta tidak menerima PKH sejak tahun 2018. Dari pernyataan pendamping PKH kata Sanjay, Bernadeta tidak lagi sebagai peserta penerima PKH lantaran tengah bekerja di Makassar.

“Sementara tujuan PKH untuk tanggungan anaknya masih sekolah SMP di kampung,” ujarnya kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (05/06/2020).

Pada Desember 2019 lalu aku Sanjay, dirinya pernah mendatangi kantor BRI Unit Borong untuk menarik uang. Apalagi pada 2018 lalu saldo yang ada di rekening milik Bernadeta senilai Rp 1.500.000.

“Semua ATM ditahan, tidak jelas dinas sosial, korkab (koordinator kabupaten) pendamping desa dan BRI kelihatan saling elak dari kenyataan,” ujarnya.

Ia menuturkan pada April 2020 lalu dirinya mendatangi Kantor Dinas Sosial. Saat itu pegawai yang membidangi PKH sempat memberikan klarifikasi dengan korkab. Saat itu mereka berjanji akan bersurat ke pihak BRI.

“Sampai hari ini tidak ada jawaban yang pasti sementara pihak Bernadeta sudah pulang dari Makassar. Akhirnya dari semua KK miskin di Rana Kulan hanya dia yang tidak tersetuh dengan bantuan Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesos Dinas Sosial Matim Don Tue Nuwa mengatakan pihaknya sudah bersurat ke BRI unit Borong kemarin.

“Pak korkab sedang berusaha menyelesaikan persoalan tersebut. Mohon bersabar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Senada dengan Tun Tue Nuwa, korkab PKH Efren Dianto mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BRI.

Menurutnya, saat ini sedang dalam proses untuk ditindaklanjuti.

Terpisah, Sekretaris Daerah Manggarai Timur Boni Hasudungan Siregar berjanji akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Mus Deo untuk menyelasaikan persoalan tersebut.

“Baik nanti saya minta Kadis sosial selesaikan. Terima kasih,” ujar Sekda Boni.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Desa Rana Kulan Dinsos Matim Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKepalsuan Identitas dalam Aplikasi FaceApp
Next Article Selama 16 Hari, Restoran Tree Top Bagikan 3.200 Porsi Makanan untuk Warga Labuan Bajo

Related Posts

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Pelaku Injak Bantuan Gempa di Manggarai Timur Terungkap Usai Video Viral

8 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.