Komunitas sepeda Komodo Gowes Club foto bersama saat sampai di puncak Bukit Teletubbies (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
alterntif text

Labuan Bajo, Vox NTT- Untuk masyarakat Indonesia, pasti mengenal namanya Labuan Bajo. Kota di ujung barat Pulau Flores itu terkenal dengan Komodo.

Keindahan Labuan Bajo di mata masyarakat Indonesia bahkan sampai penjuru dunia tidak dapat dibantah lagi.

Bentangan laut, pulau-pulau yang indah, Komodo, dan daratannya yang menakjubkan, tentu akan memberikan daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang akan mengunjunginya.

Kali ini, salah satu komunitas bersepeda, Komodo Gowes Club mengekplore salah satu wisata darat yang akhir-akhir ini viral di media sosial yaitu Bukit Teletubbies.

Bukit Teletabbies sendiri berada Kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Dari ibu kota Manggarai Barat, Labuan Bajo, Bukit Teletubbies ditempuh dengan jarak 15 Km.

Dengan menggunakan sepeda, Komodo Gowes Club mulai bersepeda melewati berbagai bukit hingga bukit tertinggi.

Menjajal sejumlah tempat wisata darat yang ada di Labuan Bajo, bukanlah kegiatan pertama yang dilakukan komunitas sepeda ini.

Ketua Komodo Gowes Club Darmono mengatakan, kegiatan mengeksplore wisata darat di Labuan Bajo sudah sering dilakukan oleh kumunitas ini.

“Kegiatan yang kami lakukan sebagai bagaian dari mempromosikan Labuan Bajo. Selama ini Labuan Bajo terkenalnya Komodo kan. Jadi saat ini kita akan memperkenalkan bahwa, pesona di daratan Flores juga tak kalah menarik,” ungkap Darmono kepada VoxNtt.com di sela-sela bersepeda ke Bukit Teletubbies, Minggu (14/06/2020).

Darmono menjelaskan, kegiatan yang dilakukan Komodo Gowes Club lebih mengutamakan olahraga sambil berekreasi.

“Atau teman-teman di barat menyebutnya spot tourism. Kita harus meningkatkan daya tahan tubuh juga, meningkatkan ekonomi juga, sekaligus pariwisata juga,” jelasnya.

Pada kesempatan kali ini juga kata Darmono, Komodo Gowes Club lebih mengutamakan kebersihan pada semua spot yang dikunjungi.

Hal itu agar semua alam yang ada di Labuan Bajo, tetap terjaga dan tetap cantik.

“Kami dari teman-teman Komodo Gowes ini, banyak kalangan ini. Ada pengusaha, birokrat, akademisi, Polri. Kita mencoba memberikan kesadaran bahwa kebersihan haruslah tetap terjaga. Di samping baik untuk kesehatan kita, baik untuk keindahan alam,” tandasnya.

Darmono mengekspresikan kata Wow saat ditanyai kesan pertama saat menjalal wisata darat Bukit Telletubies.

“Sampai di lokasi ini, wow. Ini Bukit Teletubbies, kalau teman-teman mengenalnya Golo Lemes karena ada di dekat Lemes. Ini hanya 15 menit dari pusat Kota Labuan Bajo. Kalau Gowes, sekitar 15 Km. Dan infrastruktur, kali ini mohon maaf infrastukturnya sudah tertata,” ujarnya.

Dia berpesan kepada semua wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, agar ikut menjajal salah obyek baru di wilayah itu.

“Jadi nanti, Wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, jangan ragu untuk mencoba menjajal, salah satu track andalan di Labuan Bajo adalah Bukit Teletubbies di Lemes,” katanya.

Komunitas Sepeda Komodo Gowes Club saat menaiki Bukit Tertinggi di Bukit Teletubbies (Foto: Sello Jome/Vox NTT)

Untuk Komodo Gowes Club sendiri, Darmono menjelaskan komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2019 lalu.

Saat ini kata dia, usia Komodo Gowes Club sudah memasuki usia 1 tahun. Di dalam komunitas ini, terdapat 58 orang anggota.

Selain bersepeda, berdirinya Komodo Gowes Club ini untuk mempromosikan bahwa Labuan Bajo tidak hanya wisata laut.

“Tapi kita bicara ke depan alam yang cantik ini benar-benar, bisa diekspos lebih luas lagi, ke nasional maupun ke dunia bahwa spot tourism di sini juga cukup menarik,” tambahnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba