Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Magepanda Menanti Respon Pemprov NTT Terkait Dampak Rob
Regional NTT

Warga Magepanda Menanti Respon Pemprov NTT Terkait Dampak Rob

By Redaksi19 Juni 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kerusakan talud pembatas jalan provinsi di Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka akibat gelombang pasang dan rob (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.com- Warga Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, menanti respon Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terhadap dampak rob Magepanda, Sikka.

Pasalnya, ombak dan banjir air laut tersebut merusak talud pembatas jalan di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda Sikka. Rusaknya talud menyebabkan gelombang air masuk ke badan jalan.

Akibatnya, aktivitas transportasi kerap terganggu.

“Sebagai warga Magepanda saya minta Pemprov NTT untuk memperhatikan kondisi ini,” ungkap warga Kecamatan Magepanda, Benediktus Lukas Raja kepada VoxNtt.com di Maumere pada Kamis (18/6/2020).

Benediktus yang juga merupakan anggota DPRD Sikka tersebut mengatakan, ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi.

Untuk penanganan darurat dirinya telah berkoordinasi dengan BPBD Sikka. Hal ini dikarenakan sejak 7 Juni 2020 lalu Bupati Sikka, Robi Idong telah menetapkan rob sebagai bencana daerah.

Hal serupa juga disampaikan Yul Lejo, supir angkutan umum. Yul mengaku aktifitasnya kerap terganggu lantaran gelombang pasang dan rob.

“Kami warga Magepanda menunggu perhatian serius dari Pak Gubernur,” tegasnya kepada VoxNtt.com di Paar Alok pada Kamis (18/6/2020).

Perlu diketahui rob menghantam pesisir utara Maumere sejak awal Juni 2020 lalu.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Sikka
Previous ArticleMelki Laka Lena Kembali Salurkan APD untuk 4 RS di Kota Kupang
Next Article Satu PDP Meninggal di RSUD Ruteng

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.