Kerusakan talud pembatas jalan provinsi di Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka akibat gelombang pasang dan rob (Foto: Istimewa)
alterntif text

Maumere, VoxNtt.com- Warga Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, menanti respon Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terhadap dampak rob Magepanda, Sikka.

Pasalnya, ombak dan banjir air laut tersebut merusak talud pembatas jalan di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda Sikka. Rusaknya talud menyebabkan gelombang air masuk ke badan jalan.

Akibatnya, aktivitas transportasi kerap terganggu.

“Sebagai warga Magepanda saya minta Pemprov NTT untuk memperhatikan kondisi ini,” ungkap warga Kecamatan Magepanda, Benediktus Lukas Raja kepada VoxNtt.com di Maumere pada Kamis (18/6/2020).

Benediktus yang juga merupakan anggota DPRD Sikka tersebut mengatakan, ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi.

Untuk penanganan darurat dirinya telah berkoordinasi dengan BPBD Sikka. Hal ini dikarenakan sejak 7 Juni 2020 lalu Bupati Sikka, Robi Idong telah menetapkan rob sebagai bencana daerah.

Hal serupa juga disampaikan Yul Lejo, supir angkutan umum. Yul mengaku aktifitasnya kerap terganggu lantaran gelombang pasang dan rob.

“Kami warga Magepanda menunggu perhatian serius dari Pak Gubernur,” tegasnya kepada VoxNtt.com di Paar Alok pada Kamis (18/6/2020).

Perlu diketahui rob menghantam pesisir utara Maumere sejak awal Juni 2020 lalu.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K