Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Dana Desa Terindikasi Bermasalah, Warga Tengatiba Kawal Pemeriksaan APIP dan APH
VOX DESA

Dana Desa Terindikasi Bermasalah, Warga Tengatiba Kawal Pemeriksaan APIP dan APH

By Redaksi26 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lima warga Desa Tengatiba, Kabupaten Nagekeo mengadukan indikasi penyimpangan anggaran dana Desa Tengatiba di Inspektorat Kabupaten Nagekeo (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Forum Pemuda Desa Tengatiba, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo mendatangi inspektorat Kabupaten Nagekeo, Jumat (26/06/2020).

Mereka hendak mempertanyakan tindak lanjut pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Nagekeo dalam dugaan penyelewengan Dana Desa Tengatiba tahun 2018 dan 2019 yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Ini adalah pengaduan kedua setelah sebelumnya mereka telah melaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Nagekeo pada 10 Februari 2020 lalu.

Ketua Forum Pemuda Desa Tengatiba,
Urbanus Dhalu mengatakan berdasarkan penilaian mereka, dalam kurun waktu tahun 2018 hingga 2019, telah ditemukan adanya indikasi dugaan penyelewengan Dana Desa pada proyek rehabilitasi sarana air bersih, proyek pengadaan anakan jambu monyet dan proyek pengadaan anakan cendana dengan total anggaran mencapai ratusan juta rupiah.

Pada proyek rehabilitasi sarana air bersih, anggaran yang digunakan sebesar seratus juta lebih dari Dana Desa Tengatiba tahun 2018.

Meski begitu, warga Desa Tengatiba hingga kini belum bisa menikmati air dari proyek tersebut.

Sedangkan pada proyek pengadaan anakan cendana, teridentifikasi bermasalah pada satuan pembelanjaan dan realisasi anggaran yang telah dilaporkan.

Dikatakannya, pada proyek pengadaan anakan cendana, Pemdes Tengatiba mengalokasikan anggran sebesar Rp 60 Juta untuk membeli anakan cendana di Yayasan Puge Vigo di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada seharga Rp 5 ribu per kokeran.

Namun, laporan yang disampaikan naik menjadi Rp 20 ribu per kokeran.

Sementara, pada proyek pengadaan anakan jambu monyet diduga dilakukan sendiri oleh Pemerintah Desa Tengatiba tanpa melalui pihak ketiga. Anakan jambu monyet sebelumnya direncanakan akan diberikan kepada masyarakat Desa Tengatiba.

“Itu ketahuan karena proses pengokeran dilakukan di rumah sekretaris desa dan pekerjanya mereka sewa anak-anak di bawah umur untuk isi tanah di poli bek. Mereka ketahuan menjual lagi anakan jambu ini ke warga Desa Randu Tutubhada seharga sepuluh ribu per akankan,” kata Urbanus.

Sementara itu, Inspektur pada satuan Inspektorat Kabupaten Nagekeo, Benediktus Came, mengatakan proses audit di Desa Tengatiba sebelumnya telah dilakukan dengan melibatkan 5 auditor selama 12 hari.

Namun, proses pemeriksaan tersebut akhirnya terpaksa dihentikan karena terkendala pembatasan sosial akibat dari penyebaran virus corona.

Dia berkomitmen, dalam waktu dekat akan segera melakukan pemeriksaan.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Desa Tengatiba Nagekeo
Previous ArticleKejati NTT dan Kejari Kota Kupang Tangkap Terpidana TPPO di Semarang
Next Article Polres Malaka Belum Berhasil Ungkap Sebab Kematian Hilarius Fahik

Related Posts

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.