Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemda Ende Kekurangan Tenaga Penyapu Jalan
Regional NTT

Pemda Ende Kekurangan Tenaga Penyapu Jalan

By Redaksi30 Juni 20201 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu petugas penyapu jalan yang dikontrak Pemda Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende, Abdul Haris Madjid mengatakan pengendalian sampah tidak maksimal akibat kurangnya tenaga teknis, terlebih penyapu jalan.

Saat ini, kata Haris, jumlah penyapu jalan yang dikontrak oleh pemerintah sebanyak 30 orang. Pemerintah setempat masih membutuhkan 10 penyapu jalan lagi untuk ditempatkan beberapa jalur di wilayah dalam kota.

“Dalam pengamatan kami, ada beberapa ruas jalan yang nampak kotor. Ya, tidak ada petugas, maka kami mau usulkan lagi,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/06/2020) siang.

Ia mengatakan, kebutuhan tenaga penyapu jalan untuk ditempatkan di wilayah strategis seperti Jalan Katedral, dan jalur jalan Pelabuhan Ippi.

“Misalnya ke pelabuhan Ippi, itu kan jalur penting orang keluar masuk. Kita tidak punya tenaga teknis di sana,” tutur dia.

“Iya, satu petugas akan menyapu sepanjang satu kilometer. Selama ini biasa lakukan begitu,” tambah Haris.

Ia menyebutkan, masing-masing petugas diakomodasi menggunakan anggaran daerah sebesar Rp. 950.000. Para petugas juga dikontrak selama satu tahun anggaran.

“Ya, nanti dikontrak lagi pada tahun berikutnya,” kata Haris.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKajian Fakta Sektor Tambang vs Agribisnis, Mana yang Lebih Untung?
Next Article Bupati TTU, Sang Penakluk Tanah Berbatu Jadi “Taman Impian” di Pulau Timor

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.