Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DPRD Minta Pemprov NTT Salurkan Bantuan JPS secara Tunai
NTT NEWS

DPRD Minta Pemprov NTT Salurkan Bantuan JPS secara Tunai

By Redaksi3 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Patris Lali Wolo saat diwawancarai awak media di halaman Kantor DPRD NTT, Jumat, 3 Juli 2020 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Timur (NTT) meminta pemerintah agar bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp 105 Miliar disalurkan kepada masyarakat secara tunai.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT, Patris Lali Wolo kepada wartawan usai rapat Badan Anggaran dengan pemerintah, Jumat (03/07/2020).

“Kita DPRD NTT bahkan semua fraksi minta agar bantuan JPS itu dalam bentuk tunai,” kata politisi PDIP itu.

Patris beralasan bantuan itu disalurkan secara tunai untuk menghindari hal-hal teknis yang akan terjadi di lapangan.

“Kalau bantuan itu dalam bentuk tunai saya kira itu jauh lebih efektif dan efisien ketimbang dalam bentuk sembako atau pangan. Apalagi masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benediktus Polo Maing mengatakan, guna menghindari penyalahgunaan dana itu oleh masyarakat, maka pemerintah akan menyalurkan dana itu dalam bentuk pangan dan tunai.

“Jadi dari Rp 500 ribu per KK, akan dibagi Rp 350 dalam bentuk pangan, dan Rp 150 ribu tunai,” katanya.

Terkait pengadaan pangan bagi masyarakat, ia mengaku hanya masalah teknis pengerjaan, karena pemerintah ingin membantu keluarga yang terdampak covid.

“Jika dikasih secara tunai dan pemanfaatannya tidak jelas, seperti diberikan ke bapaknya, namun tidak tahu uangnya kemana. Ini yang jadi pertimbangan, sehingga dimasukan pangan,” jelasnya.

Terkait data penerima bantuan itu dari kabupaten/kota, diakuinya belum semua kabupaten memasukan data penerima JPS.

“Belum semua kabupaten masukan data itu,” tuturnya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticleSebut Orang Miskin di NTT “Hobi Melahirkan”, Gubernur Viktor Gagal Paham
Next Article Pesatnya Pembangunan di Wilayah Perkotaan Berdampak Buruk pada Kondisi Lingkungan

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.