Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pesatnya Pembangunan di Wilayah Perkotaan Berdampak Buruk pada Kondisi Lingkungan
Regional NTT

Pesatnya Pembangunan di Wilayah Perkotaan Berdampak Buruk pada Kondisi Lingkungan

By Redaksi3 Juli 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pemkot Kupang saat menggelar rapat bersama Bank NTT, Jumat, 3 Juli 2020
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar rapat bersama Bank NTT, Jumat (03/07/2020).

Rapat yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang itu dalam rangka persiapan pelaksanaan Gerakan Kupang Hijau (GKH).

Ketua GKH yang juga Plt. Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, pada saat memimpin rapat itu mengatakan, pesatnya pembangunan di wilayah perkotaan berdampak buruk pada kondisi lingkungan terutama kualitas udara dan air yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia.

Hal tersebut juga kata Kaho, terjadi di wilayah Kota Kupang, di mana pembangunannya juga mengalami pertumbuhan pesat. Sehingga dikhawatirkan mengurangi cakupan wilayah hutan kota.

“Wilayah pembangunan yang bertambah luas dikhawatirkan berdampak jangka panjang bagi lingkungan, oleh karena itu perlu upaya pelestarian jangka panjang,” ujarnya.

“Inilah yang mendasari pelaksanaan Gerakan Kupang hijau melalui aksi tanam pohon dan gowes atau bersepeda bersama pada 11 Juli mendatang yang akan kita mantapkan bersama dalam rapat ini,” tambahnya.

Menurutnya, acara akan dimulai dengan kegiatan gowes atau bersepeda bersama dari pelataran Bank Indonesia Perwakilan NTT, Jalan El Tari hingga ke lokasi penanaman pohon yang telah disiapkan di Jembatan Petuk II, Jalur 40, Kelurahan Naimata.

Tak hanya bersepeda bersama kata Kaho, juga rencananya sebanyak 300-400 pohon sepe, trembesi dan ketapang kencana berdiameter minimal 20 sentimeter akan ditanam dalam kegiatan ini.

Pihaknya juga akan mengundang beberapa lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Nusa Tenggara Timur (FKLJK NTT) serta para pengusaha di Kota Kupang yang telah bersedia mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

Kaho mengatakan sebanyak 50 mitra telah menyatakan siap untuk mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan GKH ini sesuai proposal yang ditawarkan oleh timnya.

“Sementara beberapa persiapan yang telah dilakukan yaitu penggalian lubang tanam telah mencapai 150 lubang hingga hari ini, dan akan terus berlanjut dan dipastikan sebelum pelaksanaan kegiatan, lubang tanam sudah siap,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Dinas PUPR Kota Kupang yang telah membantu pekerjaan penggalian lubang tanam tersebut.

Sementara Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam arahannya menyampaikan bahwa Gerakan Kupang Hijau merupakan salah satu wujud mis Kupang Hijau Pemerintah Kota Kupang yang telah dicanangkan sejak 16 November 2019 lalu.

“Pemerintah Kota Kupang akan terus berfokus dalam pelestarian lingkungan perkotaan, selain bertujuan untuk mempercantik wajah kota ini,” katanya.

Kata dia, Gerakan Kupang Hijau ini juga bermanfaat jangka panjang karena dengan menanam pohon akan berdampak pada peningkatan jumlah dan kualitas debit air tanah dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Jefri juga meyampaikan apresiasinya kepada Bank NTT dan tim kerja serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan aksi Gerakan Kupang Hijau.

”Terima kasih kepada pejuang-pejuang Gerakan Kupang Hijau atas seluruh kerjanya hingga saat ini, ini bukti bahwa ada motivasi dan juga sekaligus memberikan gambaran kepada kita sekalian bahwa tim yang kecil ini sangat efektif dalam komunikasi dan aksi,” ujarnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Jefri Riwu Kore Kota Kupang
Previous ArticleDPRD Minta Pemprov NTT Salurkan Bantuan JPS secara Tunai
Next Article Bupati Agas Andreas: Tidak Semua Warga Luwuk-Lolok Kerja di Pabrik Semen

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.