Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Atasi Stunting, Pemkab Ngada Optimalkan Pekarangan Rumah dengan Demplot Pertanian Ramah Lingkungan
KESEHATAN

Atasi Stunting, Pemkab Ngada Optimalkan Pekarangan Rumah dengan Demplot Pertanian Ramah Lingkungan

By Redaksi23 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Ngada bersama staf melakukan tanam perdana di demplot pertanian kelompok tani Bulan Putih (Foto: Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Dinas Pertanian Kabupaten Ngada tengah intens mengembangkan sistem pertanian berbasis organik dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit sebagai solusi dalam mengahadapi persolan stunting.

Salah satu caranya adalah melalui model demplot atau metode penyuluhan langsung kepada petani dengan membuat lahan percontohan pekarangan untuk mendorong produktivitas dan hasil pertanian dalam program pemanfaatan pekarangan lestari (P2L).

Pilotproject-nya sebagaimana dikembangkan oleh kelompok tani Bulan Putih di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada.

Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan, Nginamanu merupakan desa dengan angka stunting tertinggi di Kabupaten Ngada.

Tahun 2017 lalu, sebut Paulus, persentasi angka stunting di Kabupaten Ngada mencapai 63 persen. Angka itu memang terus menurun selama tiga tahun terakhir.

Penyebab tingginya angka stunting di Kabupaten Ngada, menurut Bupati Paulus dikarenakan tingginya tingkat konsumsi masyarakat pada sumber makanan yang tidak higienis dengan penggunaan pupuk-pupuk anorganik.

“Salah satu sebab tingginya angka standing kita adalah kita mengkonsumsi bahan-bahan yang tidak higienis. Kita menggunakan bahan-bahan makanan dengan bahan-bahan pupuk yang anorganik,” katanya saat membuka kegiatan itu pada 7 Juli 2020 lalu.

Sementara Ketua kelompok tani Bulan Putih, Marianus Inyo Tade mengatakan, demplot pertanian milik kelompok itu mengembangkan komoditas hortikultura.

Itu seperti sayuran, jenis kacangan, tomat, buncis, mentimun, terung serta buah dan sayuran lainya. Mereka menanam di setiap halaman rumah anggota kelompok.

Untuk mendukung kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngada mengalokasikan anggaran sebesar Rp 75 Juta.

Anggaran sebesar itu direncanakan untuk mendukung upaya petani seperti pengadaan polibag, pembelian musa, benih dan biaya olah tanah lainnya.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Ngada Stunting
Previous ArticleSimon Nahak: Partai Gerindra dan PDIP akan Mengusung Paket SAKTI
Next Article DPP Demokrat Serahkan SK untuk Tiga Paslon Pilkada di NTT

Related Posts

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.