Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Benahi Sektor Pangan, Gubernur Viktor Dukung Teknologi Irigasi Tetes di Sikka
NTT NEWS

Benahi Sektor Pangan, Gubernur Viktor Dukung Teknologi Irigasi Tetes di Sikka

By Redaksi26 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat dan Bupati Sikka, Robi Idong saat mengunjungi kebun hortikultur dengan Irigasi Tetes milik Yance Maring di Waikiti, Alok Barat, Sikka, Minggu 26 Juli 2020 (Foto: Are de Peskim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Gubernur NTT, Viktor Laiskodat terus membenahi kebijakan di sektor pangan NTT. Menurutnya, di tengah kemiskinan NTT saat ini, sebagian besar pasokan pangan berasal dari luar NTT.

“Sudah miskin, semua dari luar,” ungkapnya di sela-sela kunjungan ke kebun hortikultur milik Yance Maring, petani muda di Sikka yang menggunakan teknologi irigasi tetes pada Minggu (26/7/2020) di Wailiti, Maumere.

Laiskodat memberi beberapa contoh pangan yang dipasok dari luar diantaranya bawang dari Bima dan cabai dari Bima dan Makassar.

Terkait hal itu, Laiskodat meminta Bupati Sikka, Robi Idong agar menyediakan lahan seluas 100 Ha untuk pertanian hortikultur dengan menggunakan irigasi tetes.

“Pemprov siapkan dananya. Katakanlah 1 Ha lahan butuh Rp 70 juta di luar bibit maka 100 Ha butuh Rp 7 M,” ujarnya sembari menanyakan ketersediaan anggaran kepada salah stafnya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Robi Idong mengatakan lahan seluas itu tidak ada dalam satu hamparan melainkan tersebar di sejumlah kecamatan.

“Saat ini ini ada budidaya hortikultura di Koting, Nita, Waigete dan beberapa tempat lain,” ungkapnya menjawabi permintaan Gubernur Laiskodat.

Kunjungan ke Gubernur NTT dan Bupati Sikka ke Kebun Hortikultur milik Yance Maring tersebut lantaran ia menerapkan irigasi tetes yang merupakan teknologi Israel.

Yance menerapkan ilmu yang dipelajarinya di Israel selama kurang lebih 9 bulan saat mengikuti program magang AICAT (Arafah Internasional Center For Agriculture Training).

Kebun seluas 1 Ha tersebut saat ini ditanami tomat, cabai, semangka dan beberapa tanaman lain.

Menariknya, ia tak membutuhkan banyak tenaga kerja untuk menyiram tanaman. Air langsung dialirkan ke setiap tanaman menggunakan selang. Perintah penyiraman pun bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan SMS.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Bupati Sikka Gubernur NTT Robi Idong Sikka Viktor Bungtilu Laiskodat
Previous ArticleAntologi Puisi Ainun Jariah
Next Article Dapat SK dari PKB, Paket Desa Sejahtera Mantapkan Langkah Menuju Pilkada TTU

Related Posts

Gubernur NTT: Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo Butuh Penanganan Segera

19 Agustus 2026

Penanganan Gempa NTT Diperkuat, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama

18 Agustus 2026

Pemprov NTT Fokus Evakuasi dan Selamatkan Korban Gempa Flores

15 Agustus 2026
Terkini

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.