Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Mendagri Minta Jangan Pilih Kepala Daerah yang Tidak Tangani Covid-19, Begini Respon Bupati Malaka
Pilkada

Mendagri Minta Jangan Pilih Kepala Daerah yang Tidak Tangani Covid-19, Begini Respon Bupati Malaka

By Redaksi7 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak memilih calon kepala daerah yang tidak memiliki gagasan di dalam menangani pandemi Covid-19.

“Kalau enggak punya gagasan (soal Covid-19), jangan dipilih,” kata Tito saat memberikan pengarahan terkait Pilkada 2020 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, seperti dilansir dari Kompas.id, Rabu (05/08/2020).

Menurut dia, Pilkada 2020 seharusnya menjadi momen penting bagi calon kepala daerah untuk adu gagasan dalam penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, Kemendagri telah berkomunikasi dengan Komisi Pemilihan Umum untuk memasukkan isu Covid-19 di dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada 2020.

Debat kandidat secara terbuka, menurut Tito, bisa menjadi ajang pembuktian gagasan tersebut. Langkah ini penting diambil karena pandemi Covid-19 dinilai belum akan selesai dalam waktu dekat.

“Masih ada pemerintah daerah yang tidak mau menangani Covid-19 dengan serius. Padahal, tanpa kerja sama daerah, apa yang dilakukan pemerintah pusat tidak akan maksimal,” katanya.

Di sisi lain, Tito mengusulkan agar para kandidat dapat mengganti alat peraga kampanye yang biasa digunakan seperti spanduk dan baju dengan masker atau cairan antiseptik pencucu tangan.

Dengan demikian, warga tidak hanya mengenal calon kepala daerah, tetapi juga menyadari pentingnya melawan pandemi Covid-19.

Ia pun optimistis, Pilkada serentak yang digelar di 270 daerah tidak akan menjadi klaster baru penularan Covid-19 selama protokol kesehatan diterapkan.

Kampanye yang mengundang kerumunan dan konvoi, misalnya, tidak dibolehkan. Adapun rapat akbar hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang dan mengenakan masker.

Berbagai aturan tersebut akan menjadi menjadi instrumen pengawasan Bawaslu.

“Kalau ada yang melanggar, Bawaslu bisa bertindak dengan menegur, bahkan sampai diskualifikasi jika pelanggarannya berulang,” katanya.

Terkait pernyataan Mendagri tersebut, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran menegaskan, Pemkab Malaka bersama semua unsur terkait sejauh ini berhasil menekan penyebaran Covid-19.

Stefanus yang juga adalah bakal calon Bupati Malaka optimistis akan tetap mempertahankan status zona hijau Covid-19 di kabupaten itu. Dia yakin, proses perhelatan Pilkada Malaka akan berjalan aman dan terhindar dari Covid-19.

“Kita optimistis akan tetap melakukan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 itu. Kabupaten Malaka sejauh ini sangat aman dari virus corona (zona hijau) dan akan kita pertahankan itu, sampai virus ini benar-benar lenyap,” kata Bupati perdana Kabupaten Malaka itu kepada VoxNtt.com, Kamis (07/08/2020).

Selaras dengan pernyataan Mendagri terkait Pilkada, Stefanus mengatakan bahwa semuanya tergantung penilaian masyarakat Malaka.

“Biarkan rakyat yang menilai, apakah Bupati dan jajaran dari Kabupaten, kecamatan, desa, Forkopimda dan tokoh-tokoh serta lapisan masyarakat termasuk wartawan yang tugas di Malaka, Polri, TNI, bekerja atau tidak urus rakyat berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Malaka,” ujar Bupati Stefanus.

“Bila membaca pernyataan Mendagri maka di Malaka rakyat tidak akan ragu menjatuhkan pilihan pada incumbent yang sangat peduli dan all out lindungi rakyat Malaka dari Covid-19,” tutup Bupati pencetus program unggulan Revolusi Pertanian Malaka (RPM) itu.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Stefanus Bria Seran
Previous ArticleSelama Operasi Patuh Turangga 2020, Satlantas Polres Belu Jaring Ratusan Pelanggar
Next Article Ngeri, Kadis Kesehatan di NTT Ini ‘Kolaborasi’ dengan Para Dukun, Untuk Apa?

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026

Dinas PUPR NTT Keruk Sedimen dan Normalisasi Sungai di Malaka Pascabanjir

30 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.