Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN»Agar Sekolah Katolik Mampu Bersaing, Begini Pesan Benny K Harman
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Agar Sekolah Katolik Mampu Bersaing, Begini Pesan Benny K Harman

By Redaksi21 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
DR. Benny K. Harman, SH saat menggelar sosialisasi empat pilar di SDK Denge, Desa satar Lenda, Kec. Satar Mese Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Anggota DPR RI daerah pemilihan NTT I, Benny K. Harman melakukan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di SDK Denge, desa Satar Lenda, kabupaten Manggarai (20/8/2020).

Dalam kegiatan itu, Benny K. Harman menyinggung soal kualitas pendidikan, khususnya kualitas sekolah yang bernaung di bawah yayasan Katolik.

Menurutnya, sekolah Katolik mulai dari SD hingga SMA harus diperhatikan kualitasnya secara baik.

“Sekolah Katolik yang bernaung di bawah Yayasan Katolik harus mengutamakan kualitas. Kita menggunakan prinsip non multa sed multum. Bukan soal jumlah tapi soal mutu. Apalah gunanya bila jumlah sekolah banyak tapi mutu rendah” tegasnya.

Untuk itu, lanjut ketua Fraksi Demokrat MPR RI itu, institusi gereja Katolik perlu melakukan refleksi dan evaluasi, terutama terkait gaji guru, sarana dan prasarana pendidikan, dan kualitas pendidik.

“Semua ini penting karena menjadi faktor kunci kemajuan pendidikan. Tanpa itu, sekolah Katolik akan kalah bersaing dengan sekolah swasta yang lain dan sekolah negeri,” pungkasnya.

Salah satu hal penting disinggung khusus oleh BKH adalah gaji guru.

“Gaji guru di sekolah Katolik sangat kecil. Ini persoalan penting yang harus diselesaikan. Tidaklah mungkin pendidikan bermutu dan bahagia gurunya kala para guru menderita kepalaran.  Tak ada kebahagiaan dan mutu yang baik di tengah sutuasi derita,” singgungnya.

Saat sesi diskusi, Vinsensius Bahali, salah satu guru mempersoalkan kekurangan sarana dan prasarana sekolah yang minim.

“Sarana dan prasarana di sekolah ini sangat terbatas. Berbagai fasilitas seperti buku, meja, komputer, ruangan kelas, dan sebagainya sangat minim. Padahal sekolah ini sudah lama didirikan dan mempunyai alumni yang tersebar di berbagai daerah”, katanya.

Acara sosialisasi ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari tenaga pengajar dan tokoh masyarakat setempat.

KR: Wily K

Benny K Harman Manggarai MPR RI Sekolah Katolik
Previous ArticleTerus Berjuang untuk Petani, Ansy Lema Kembali Berhasil Datangkan 2 Traktor untuk Petani
Next Article Pelaku Kasus Penyiraman Air Keras di Ende Diancam Hukuman Mati

Related Posts

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
Terkini

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.