Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pelaku Pariwisata Minta Pemda Manggarai Kembalikan Fosil Homo Floresiensis Liang Bua
NTT NEWS

Pelaku Pariwisata Minta Pemda Manggarai Kembalikan Fosil Homo Floresiensis Liang Bua

By Redaksi29 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Situs Sejarah Liang Bua
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai mesti berusaha untuk mengembalikan fosil Homo floresiensis yang selama ini dibawa keluar daerah oleh peneliti.

Pelaku pariwisata Johny Mance, menyampaikan hal itu ketika mengomentari terpilihnya destinasi wisata Liang Bua sebagai salah satu nominasi Apresiasi Pesona Indonesia (API) 2020.

Baca Juga: Liang Bua Masuk Nominasi API 2020, Pelaku Wisata Berharap Dongkrak Kunjungan 

Ia mengapresiasi upaya Pemkab Manggarai yang mengajak khalayak agar memilih Liang Bua sebagai situs bersejarah API 2020 mesti didukung. Namun Pemkab Manggarai mesti memanfaatkan momentum ajang tahunan apresiasi pariwisata terpopuler Indonesia itu untuk mengembalikan semua hasil galian di Liang Bua.

“Tugas dan kewajiban Pemda Manggarai yaitu mengembalikan seluruh hasil galian penelitian para ahli untuk ditempatkan di Museum sekitar Liang Bua,” ujar Mance ketika dihubungi VoxNtt.com, Sabtu (29/08/2020).

Baca Juga: Masyarakat Diajak Pilih Situs Sejarah Liang Bua dalam Ajang API 2020

Pengembalian seluruh hasil galian di Liang Bua, kata dia, sangat penting agar wisatawan tidak hanya datang melihat gua yang sudah mengangga lebar sedangkan fosilnya disimpan di luar Pulau Flores.

Selain untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, pengembalian hasil penelitian Liang Bua menurut Mance juga bisa memenuhi kebutuhan dunia pendidikan.

“Sampai hari ini masyarakat lokal hanya bisa melihat foto tentang temuan manusia prasejarah tersebut. Masyarakat dan generasi penerus Manggarai tidak pernah melihatnya secara langsung. Yang memanfaatkan itu hanya orang-orang di luar Pulau Flores,” tegas Mance.

Oleh karena itu, Mance sangat mengharapkan langkah baik dari Pemda Manggarai untuk mengembalikan hasil penelitian Liang Bua dan ditempatkan di Museum khusus sekitar Liang Bua.

“Kalau Pemda Manggarai tidak bisa mengembalikannya maka minat wisatawan yang datang akan berkurang dan Liang Bua hanya tinggal cerita dongeng saja. Generasi penerus Manggarai juga tidak bisa belajar, melihat, dan meneliti tentang manusia prasejarah itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Anglus Angkat mengajak masyarakat untuk mendukung dan memilih Liang Bua sebagai nominasi API 2020 kategori situs bersejarah.

Caranya, ketik “API 12F” lalu SMS ke 99386 atau like di Instagram: https://bit.lyAPI12NTT. Proses pemilihan berlangsung pada 1 Agustus hingga 31 Desember 2020.

Penulis: Igen Padur
Editor: Yohanes

Desa Liang Bua Liang Bua Manggarai
Previous ArticleIni 10 Negara Tertua di Dunia
Next Article MenPAN-RB: Banyak ASN Perempuan Punya Suami Lebih dari Satu

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.