Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Demi Air Bersih, Warga Pangabatang ke Pulau Seberang dengan Sampan Kecil
Regional NTT

Demi Air Bersih, Warga Pangabatang ke Pulau Seberang dengan Sampan Kecil

By Redaksi31 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Pulau Pangabatang menggunakan perahu untuk mengambil air bersih di Pulau Besar (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Warga Pulau Pangabatang, Desa Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka kesulitan mengakses air bersih.

Untuk bisa minum air tawar, setiap harinya mereka harus menyeberangi lautan ke pulau seberang.

“Di sini ada air tapi asin. Kami butuh air tawar untuk minum dan masak. Kalau untuk mandi dan cuci kami pakai air asin dari sumur yang ada di pulau,” ungkap Jubair, salah satu warga Pangabatang kepada VoxNtt.com, Minggu (30/08/2020) lalu.

Ada dua tempat di mana mereka bisa mendapatkan air tawar. Pertama di Nanga dan Nebura di Desa Kojagete.

Kedua kampung tersebut berada di Desa Kojagete di Pulau Besar.

Untuk sampai ke Nebura, mereka harus melewati satu pulau yakni Dambila. Sementara untuk sampai ke Nanga mereka harus melewati satu pulau juga yakni Pulau Permaan.

Butuh waktu 30 sampai 45 menit mendayung perahu untuk sekali perjalanan ke tempat air bersih.

“Airnya kami beli, harganya Rp 1000 per jeriken ukuran 10 liter,” tandas Muhtadi, warga Pangabatang lainnya.

Air bersih memang jadi persoalan utama warga Pangabatang yang berjumlah 84 KK dari 61 rumah tangga. Meski demikian, baik Jubair maupun Muhtadi memilih bertahan di Pangabatang.

“Ini kami punya rumah sudah. Kami sudah terbiasa seperti ini. Mau pindah kemana lagi,” ungkap Jubair.

Pemdes Parumaan telah berupaya membantu warga. Tahun lalu, dengan Dana Desa Pemdes menyediakan 61 profil tank untuk setiap rumah tangga.

“Tujuannya untuk menampung air hujan agar bisa digunakan. Tentu ini tidak cukup membantu terutama di musim kemarau,” terang Kades Parumaan, Muhdir.

Menurutnya, Pemdes Parumaan butuh campur tangan banyak pihak terutama Pemda Sikka untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Pangabatang.

Perlu diketahui, Pangabatang adalah pulau pasir putih di kawasan Teluk Maumere. Pangabatang terkenal sebagai destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Sikka
Previous ArticleGubernur NTT Diminta Tidak Berdiam Diri Terkait Pemecatan 15 Guru SMKN 1 Wae Ri’i
Next Article Diduga Korupsi, Kepala SMKN 1 Wae Ri’i Dilaporkan Guru-guru Komite ke Polres Manggarai

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.