Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Pulang dari Amerika Demi Sabu Raijua, Begini Alasan Orient Riwu Kore Maju dalam Pilkada
Pilkada

Pulang dari Amerika Demi Sabu Raijua, Begini Alasan Orient Riwu Kore Maju dalam Pilkada

By Redaksi19 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Orient Riwu Kore
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Seba, Vox NTT-Bakal calon Bupati Kabupaten Sabu Raijua, Drs. Orient P. Riwu Kore yang berpasangan dengan Ir. Tobias Uli, M.Si menjelaskan alasan utama dirinya kembali dari Amerika Serikat.

Ia kembali ke kampung kelahirannya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Sabu Raijua didasarkan pada permintaan sang ayah, Alm Agus David Riwu Kore.

“Pada tahun 2003, bapak saya Agustinus Riwu Kore dan kakak saya Jeriko atau Jefri Riwu Kore pergi ke Amerika. Bapak saya tinggal selama tiga bulan bersama saya anak dan istri. Pada saat itu saya bertugas sebagai supervisor untuk membangun sistem video untuk border atau perbatasan antara USA dan Mexico. Jadi bapak saya usulkan daripada beta (saya) bangun Negara super power Amerika, mendingan beta pulang ke Kupang untuk mencalonkan diri sebagai Bupati” tuturnya melalui video testimoni yang sedang viralnya di media sosial akhir-akhir ini.

Dalam video tersebut Ama Riko, sapaan akrab Orient P. Riwu Kore, menjelaskan, pada saat ayahnya memberi pesan, Sabu Raijua masih termasuk dalam wilayah kabupaten Kupang. Atas permintaan sang ayah, dirinya hanya menyimpan dalam hati dan tidak secara langsung memberikan tanggapan dikarenakan anak-anaknya masih kecil saat itu.

“Anak-anak saya masih kecil, masih umur 2 atau 4 tahun jadi saya tidak memberikan tanggapan. Tapi saya pikir dalam hati, apa yang orang tua omongkan atau bicarakan harus kita terima itu sebagai amanat pada anak-anaknya” pungkas Ama Riko.

Ayah dari Franklyn Riwu Kore (Salah satu pasukan khusus tentara Amerika Serikat) ini juga menjelaskan bahwa selama sang ayah meminta untuk kembali, dirinya hanya menyimpan dalam hati dan terus berpikir, dan tepat pada tahun 2016. Dirinya putuskan ke Sabu untuk melihat secara dekat keadaan Sabu Raijua setelah dimekarkan menjadi daerah otonomi baru pada tahun 2008.

“2016 saya putuskan ke Sabu pada bulan Mei, saya keliling pulau Sabu. Saya keliling mulai dari Liae, dari Liae langsung Mesara. Dari Mesara terus ke Seba dan dari Seba terus ke Sabu tengah dan Sabu Timur dan kembali ke Liae” jelas Ama Riko.

Selama berkeliling di Sabu, dirinya melihat jalan-jalan yang rusak, pembangunan-pembangunan banyak yang mangkrak. Atas dasar tersebut dan panggilan jiwa untuk membantu sesama, dirinya putuskan untuk kembali dan siap mengabdi dan membantu membangun Sabu.

“Saya berpikir bahwa, selama 30 tahun saya tinggalkan Sabu dan pergi ke Amerika, itu tidak ada perubahan sama sekali, baik masih naungan kabupaten Kupang maupun setelah berdiri sebagai satu kabupaten tersendiri yaitu kabupaten Sabu Raijua selama 10 tahun, tidak ada perubahan” pungkasnya.

Setelah itu, dirinya kembali berpikir apa yang di minta oleh sang ayah agar dirinya kembali ke sabu. Pada tahun 2017-2018 dirinya kembali lagi berkeliling Sabu Raijua selama 3 atau 4 kali dalam 1 tahun, dan pada saat itu dirinya memutuskan untuk menjalankan amanat sang ayah untuk kembali ke Sabu untuk membantu membangun daerah tersebut.

Untuk diketahui kini Orient Riwu Kore telah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sabu Raijua berpasangan dengan Ir. Tobias Uli atau lebih dikenal dengan nama Paket IE RAI.

Paket IE RAI pun mendapat dukungan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), Demokrat, GERINDRA, Perindo serta Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (VoN).

Orient Riwu Kore Pilkada Sabu Sabu Raijua
Previous ArticleMeski Banjir Protes, Pemkab TTU Tetap Gelar Pameran Pembangunan, Begini Alasan Bupati
Next Article NTT Terancam Kemarau Panjang, BMKG Beri Peringatan untuk 14 Daerah

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Muscab, Yosef Hasmi Dorong Kader Kuasai Ruang Digital

30 Mei 2026

Bawaslu Manggarai Gandeng Mahasiswa Konsolidasi Demokrasi di Tengah Ancaman Politik Uang dan Hoaks

28 Mei 2026

DPW PKB NTT Umumkan Enam Calon Ketua DPC PKB Manggarai Barat

28 April 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.