Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Simak Sorotan Partai Hanura Soal Kisah Ruth, Janda Miskin di TTS!
Regional NTT

Simak Sorotan Partai Hanura Soal Kisah Ruth, Janda Miskin di TTS!

By Redaksi19 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengurus Partai Hanura TTS dan masyarakat saat meninjau lokasi Nenek Ruth Tafui di Desa Noinbila. (Foto: Long/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Partai Hati Nurani (Hanura) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang dinahkodai Marten Tualaka saat ini, terus memberikan perhatian sekaligus menyoroti berbagai ketimpangan pembangunan di kabupaten itu.

Bagaimana tidak, kisah Nenek Ruth, janda miskin asal Dusun Nonohonis, Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan itu, bagi Partai Hanura merupakan simbol ketimpangan pembangunan di TTS.

“Partai Hanura ikut menyoroti kondisi demikian. Ini sebuah ketimpangan sosial di TTS. Ini sebuah ketidakadilan sosial. Bagaimana mungkin terjadi, seorang janda yang sangat miskin ini tidak pernah tersentuh berbagai bantuan apa pun,” tandas Marten beberapa hari lalu saat berada di lokasi rumah Nenek Ruth Tafui.

Apalagi, kata Marten, beberapa waktu lalu, kisah Nenek Ruth ini pernah viral karena dikunjungi Bupati TTS yang memboyong para pejabat di daerah dengan janji akan mendapatkan berbagai bantuan pemerintah.

“Ini artinya daya eksekusi pemerintah daerah masih sangat lemah secara struktur dan fungsi. Dari Bupati, Camat, Kepala Desa hingga dinas-dinas terkait sangat lemah,” ujar Marten dengan nada geram.

Dia kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan agar tidak tinggal diam.

“Perasaan kita di mana! Pikiran kita di mana! Jangan hanya mata yang melotot saja. Segera urus janda miskin ini untuk berbagai bantuan sosial. Kalau memang, hati nurani para pengambil kebijakan di daerah ini masih ada, maka datang dan perhatikan Nenek Ruth,” tandasnya.

Sebagai Ketua Komisi IV, dirinya mempertanyakan berbagai bantuan yang selama ini dikucurkan untuk masyarakat miskin.

“PKH tidak dapat. BLT Dana Desa tidak Dapat. BLT Pusat tidak dapat, Dana UMKM tidak dapat. Ini hati nurani kita ada dimana, ” ke’o Marten. (Ke’o dalam pijin Kupang artinya mengamuk karena marah, red).

Ketua DPC Partai Hanura TTS pose bersama janda miskin, Ruth Tafui di depan rumahnya yang sudah nampak reyot. (Foto: Long/VoxNtt.com)

Marten menegaskan, bila dalam waktu ke depan janda miskin ini masih diabaikan oleh pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten serta dinas-dinas terkait maka dirinya dan Fraksi Hanura yang ada di komisi-komisi akan memanggil kepala desa, camat, kepala-kepala dinas terkait hingga Bupati TTS.

Partai Hanura, sebagaimana ramai dirilis oleh media di TTS, telah melakukan langkah cepat dengan memberikan bantuan rehab rumah Nenek Ruth.

Sebagai langkah awal, pihak DPC Hanura TTS pekan langsung melakukan survei lokasi dan telah melakukan beberapa persiapan awal agar rumah Nenek Rut segera dibedah. Pantauan VoxNtt.com, saat ini sebagian bahan material sudah turun di lokasi, seperti batu karang, pasir dan air.

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba

TTS
Previous ArticleBedah Rumah Warga, Egy Usfunan Ingin Tularkan Semangat Gotong Royong
Next Article Deno Kamelus Pernah Disuruh Berhenti Kuliah karena Keterbatasan Biaya (2)

Related Posts

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.