Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Dua Balita Penderita Luka Bakar Asal Mabar Sempat Dikeluarkan Orangtuanya dari Rumah Sakit, Kondisinya Memprihatinkan
KESEHATAN

Dua Balita Penderita Luka Bakar Asal Mabar Sempat Dikeluarkan Orangtuanya dari Rumah Sakit, Kondisinya Memprihatinkan

By Redaksi2 Oktober 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bripka Andi Dharma mendampingi keluarga korban saat berada di RSUD Ben Mboi Ruteng. (Foto: Ist.)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Putri (4) dan Neira (2), terbaring lemah di ruang IGD RSUD Dr Ben Mboi Ruteng, Kamis (01/10/2020). Dua balita perempuan asal Desa Kakor, Kecamatan Ndoso, Manggarai Barat itu menderita luka bakar.

Keduanya merintih kesakitan. Neira mengalami luka di bagian wajah, kepala, dan tangannya. Sedangkan Putri, menderita luka di hampir sekujur badannya.

Ibu korban, Lusia Diantri Heni (23) menuturkan, musibah itu terjadi pada jam tujuh malam sekitar dua pekan lalu. Saat itu, sang ayah, Marselinus Gadu (28) sedang menuangkan minyak tanah pada lampu pelita.

“Saat minyak tanah dituangkan, tiba-tiba (lampu) meledak. Percikan api dan minyak tanah langsung menyambar kedua anak saya yang sedang bermain di dekat ayahnya,” tutur Lusia.

Usai kejadian, Lusia bersama suaminya mengantar kedua buah hatinya ke Puskesmas Tentang. Kemudian kedua korban dirujuk ke RSUD Ben Mboi.

Di rumah sakit milik Pemkab Manggarai itu, Putri dan Neira menjalani perawatan selama sepekan. Namun, kendala biaya membuat Lusia dan Marselinus memutuskan untuk mengeluarkan kedua putrinya lebih awal.

“Kami sudah tidak kuat bayar. Akhirnya kami putuskan untuk keluar dari rumah sakit,” kata Lusia.

Setelah keluar dari rumah sakit, Putri dan Neira dirawat di Biara Susteran Hamba-Hamba Ekaristi yang terletak di Nekang, Kelurahan Watu, tak jauh dari RSUD Ruteng.

Selama seminggu berada di biara, kondisi Putri dan Neira malah memburuk. Terutama Putri, kondisi lukanya bernanah dan mengalami sesak nafas. Hendak kembali ke rumah sakit, mereka tak.punya biaya.

Beruntung, kondisi mereka diketahui oleh Bripka Andi Dharma Elim Sallata. Bripka Dharma merupakan anggota Polres Manggarai yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Kelurahan Watu.

Wilayah tugasnya mencakupi biara susteran, tempat kedua korban menjalani perawatan. Bripka Dharma berusaha meyakinkan orangtua korban untuk membawa Putri dan Neira kembali ke rumah sakit.

Saat itu, orangtua korban menolak karena tak punya taruhan lagi untuk membayar biaya rumah sakit. Tergerak oleh belas kasihan, Bripka Dharma pun menyatakan dirinya sebagai penjamin asalkan dua korban itu tertolong.

“Karena makin parah, saya, keluarga, dan suster berinisiatif bawa pasien ini ke RSUD Ben Mboi. Saya jaminan sementara,” katanya.

Bripka Dharma berharap Putri dan Neira bisa dirawat dengan maksimal di RSUD Ben Mboi Ruteng. Ia juga berharap ada pihak-pihak yang tergerak hati untuk membantu meringankan biaya bagi penyembuhan dua balita tersebut.

“Semoga secepatnya ada uluran kasih dari pemerintah dan masyarakat untuk membantu anak Putri dan Neira. Saya yakin sekali, akan selalu ada orang-orang baik yang terketuk hatinya untuk membantu,” harap Andi.

Bagi pihak-pihak yang peduli untuk membantu, bisa menghubungi nomor telephon Bripka Darma 082144161359. Untuk donasi bisa disalurkan melalui nomor rekening BNI 0695215743 atas nama Andi Darma Elim Sallata atau mengantar langsung ke rumah biara Susteran Hamba-Hamba Ekaristi di Jalan Nasution Nekang, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai.

Penulis: Yohanes

Manggarai
Previous Article14 Daerah Terancam Kemarau Panjang, Begini Langkah Dinas Pertanian NTT
Next Article Pemkab Nagekeo Tidak Siapkan Dokumen RKPD, Banggar DPRD Geram

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.