Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kematian Babi di Mabar Akibat Streptococcus Tembus Angka 300-an
Regional NTT

Kematian Babi di Mabar Akibat Streptococcus Tembus Angka 300-an

By Redaksi31 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi babi mati
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Manggarai Barat (Mabar) telah melakukan investigasi atas kematian babi secara mendadak di kabupaten itu.

Kecamatan yang menjadi tujuan investigasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sendiri yaitu di Kecamatan Lembor, Welak, dan Lembor Selatan.

Dari hasil penelusuran, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menemukan 300-an babi mati akibat Streptococcus.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar Drh. Theresia Primadona Asmon mengatakan, jumlah angka kematian babi terbanyak ada di Kecamatan Lembor Selatan.

“Dari Hasil penelusuran team Puskeswan Lembor dan Lembor Selatan yang terlapor mati akibat Strepto, untuk di Lembor 120 ekor yang terlapor dan Lembor Selatan 184 ekor,” ungkap Drh. Theresia saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu (31/10/2020).

Theresia menjelaskan, kematian babi di Lembor terlapor pertama kali di akhir Agustus lalu. Sedangkan di Lembor Selatan terlapor pertama kali di Dusun Lonto Desa Lending.

Untuk persentase sendiri kata Theresia, total kematian babi dari populasi di Lembor dan Lembor Selatan sekitar 0,5%.

Dia tetap mengimbau kepada masyarakat khususnya peternak babi agar tidak panik atas kejadian tersebut.

“Diharapkan masyarakat yang saat ini masih memelihara babi, untuk tidak ikut-ikutan panik tapi tetap awas dan waspada. Jaga kandang masing-masing. Untuk peternak, sementara wabah ini hindari julu-julu, dan batasi orang asing ke kandang,” pintanya

Untuk diketahui sebelumnya, Theresia menjelaskan, Streptococcus merupakan penyakit yang menular. Penularan itu sendiri kata dia, melalui lalu lintas babi.

“Seperti di Manggarai Barat sendiri, jika pemilik babi lihat babinya tidak semangat makan, akhirnya jual murah saja babinya padahal itu babi sakit. Ada lagi yang istilah orang Manggarai Julu, bagi ke setiap orang. Nah, air cuci babi yang sakit tadi itu disimpan untuk kasih makan babi. Inikan penyakit menular akhirnya babi yang lain bisa terserang,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk tidak terjadi penularan yang masif perlu ada kesadaran masyarakat untuk wajib melaporkan kepada petugas jika ada babi yang sakit.

“Petugas tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Petugas juga membantu untuk disinfektan kandang agar penyakit ini tidak menular,” tutupnya

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleCitilink akan Buka Rute Penerbangan ke Ende
Next Article Omnibus, Oligarki, dan Sikap Kritis Pemuda

Related Posts

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Anggota DPR RI Stevano Rizki Gerak Cepat Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Kuwus Barat

19 Agustus 2026

Pegadaian Salurkan Sembako hingga Perlengkapan Tidur untuk Warga Terdampak Gempa Flores

17 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.