Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Seorang Warga Kabur dan Melompat ke Jurang Wae Garit
Regional NTT

Seorang Warga Kabur dan Melompat ke Jurang Wae Garit

By Redaksi6 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rofina Anjung (33), istri korban yang melompat ke jurang Wae Garit. (Foto: Yohanes).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Simeon Sahabat Jehuru (35), pria asal Desa Golo Watu, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai melarikan diri dan melompat ke jurang di Wae Garit, arah barat kota Ruteng pada Rabu (6/1/2021).

Pria yang selama ini berdomisili di Mocok, Mano, Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur (Matim) itu kabur dalam perjalanan bersama keluarganya menuju Lembor, Manggarai Barat (Mabar).

Menurut Rofina Anjung (33), istrinya, Simeon dalam kondisi sakit. Ayah tiga anak itu mengalami sakit yang aneh sejak empat hari lalu.

“Selama ini dia sakit. Dia tiba-tiba diam, tidak omong, tidak mau makan. Kalau makan, hanya makan sedikit. Kalau malam, dia tidak bisa tidur,” tutur Rofina.

Khawatir akan kondisi sang suami, Rofina bersama keluarga pun megantar Simeon untuk menjalani pengobatan nonmedis di Lembor, Mabar.

Dalam perjalanan, sebelum melintasi jembatan Wae Garit, Simeon meminta untuk berhenti hendak buang air kecil. Namun setelah turun dari kendaraan, ia langsung melarikan diri ke arah timur.

Setelah berlari sejauh kira-kira 400 meter, tepatnya di tepi jurang, ia melompat ke dalam jurang.

Keluarga yang mengejar dari belakang berusaha mencari dengan menyisir area sekitar jurang tersebut. Namun Simeon tak ditemukan.

“Saya sempat ikut turun ke jurang untuk mencari dia. Tapi sampai di bawah, saya tidak lihat dia sudah”, ujar Florianus Magang, salah seorang warga yang turut melakukan pencarian.

Pencarian pun kemudian dibantu oleh polisi dari Polres Manggarai. Namun hasilnya juga nihil.

Akhirnya polisi memutuskan untuk menghentikan pencarian di lokasi tersebut. Sementara istri dan anggota keluarga lainnya dibawa ke kantor Polres Manggarai.

Sementara tempat kejadian perkara (TKP) sudah dipasang garis polisi.

Penulis: Leo Jehatu

Editor: Yohanes

Bunuh Diri Manggarai Ruteng wae garit
Previous ArticleMengaku Dianiaya dan Dilecehkan di Rujab Bupati, BWA Mengadu ke Polres TTU
Next Article Polres TTU Bekuk Terduga Penganiaya di Rujab Bupati

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.