Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kekosongan Dokter Anestesi di RSUD Ende, Proses Persalinan Caesar Dirujuk ke Maumere
KESEHATAN

Kekosongan Dokter Anestesi di RSUD Ende, Proses Persalinan Caesar Dirujuk ke Maumere

By Redaksi7 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi operasi caesar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sejak Juli 2020, RSUD Ende mengalami kekosongan dokter spesialis anestesi. Kekosongan terjadi karena spesialis anestesi memutus perjanjian kontrak dan tidak ingin memperpanjang kerja sama.

Direktur RSUD Ende dr. Aries Dwi Lestari mengaku proses persalinan ibu hamil secara caesar atau bedah selama ini direkomendasikan atau dirujuk ke RS di Maumere akibat ketiadaan dokter anestesi.

Padahal, sejak pertengahan 2020 pihaknya telah membuka lowongan spesialis anestesi untuk bekerja di RSUD Ende.

“Selama ini kita sudah buka tapi belum ada yang masuk. Tapi, alhamdulillah Januari ini sudah bisa mengisi lowongan itu,” ujar Aries kepada media di Ende, Rabu (06/01/2021).

Ia menyatakan spesialis anestesi merupakan tenaga yang paling urgen dibutuhkan untuk penanganan potensi risiko saat persalinan, khusus persalinan secara caesar.

Spesialis anestesi ini berperan penting sejak preoperasi, memonitoring kondisi pasien, melakukan pembiusan selama operasi serta untuk mengobservasi kondisi pasien pascaoperasi.

“Selama ini kan spesialis anestesi itu kan dikontak setiap tahun. Kebetulan kemarin kan dokter tidak mau perpanjangan (kontrak), jadi kita memang kesulitan. Memang ini paling urgen, kita sangat membutuhkan,” ujar Direktur Aries.

Ia menegaskan, tidak semua pasien yang mau bersalin dirujuk ke RS di Maumere kecuali yang memang benar-benar membutuhkan anestesi. Selama ini proses persalinan normal dilakukan di RSUD Ende ditangani oleh penata anestesi.

Untuk kepentingan jangka panjang, Aries merekomendasikan agar dokter anestesi berasal dari putra dan putri asli Ende. Maksudnya agar spesialis tersebut dapat menetap dan bekerja dalam jangka waktu lama.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende RSUD Ende
Previous ArticlePesepeda Galang Donasi, 8 Ribu Keluarga Pra Sejahtera Nikmati Sambungan Listrik Gratis
Next Article Jabatan Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Kupang Beralih

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.