Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Di Ende, Vaksin Covid-19 akan Dijaga Ketat oleh Aparat
KESEHATAN

Di Ende, Vaksin Covid-19 akan Dijaga Ketat oleh Aparat

By Redaksi15 Januari 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Lebih dari 2.000 dosis vaksin Covid-19 rencananya akan tiba di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur pada Februari mendatang.

Vaksin buatan China, Sinovac tersebut akan disimpan di puskesmas-puskesmas dan sebagiannya di Dinas Kesehatan wilayah setempat.

Bupati Ende Djafar Achmad menyatakan vaksin Covid-19 nanti akan diamankan oleh aparat Kepolisian dan TNI pada setiap tempat penyimpanan.

Penyaluran vaksin tahap pertama akan diberikan kepada 1.080 tenaga kesehatan dan pejabat esensial termasuk dirinya.

“Vaksin sebanyak 2000 lebih akan dikawal ketat oleh TNI Polri, di mana simpannya, di mana tempatnya,” ujar Bupati Djafar di Ende, Rabu (13/01/2021) siang.

Sekretaris Dinkes Ende Vitalis Kapo menerangkan vaksin Covid-19 nantinya akan disimpan di vaccine refrigerator (VR) pada 25 puskesmas dan di Gedung Farmasi Kesehatan (GFK) milik Dinkes.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 menunjukan bahwa penyimpanan vaksin pada suhu 2-8 °C dan terhindar dari paparan sinar matahari.

Vatalis menambahkan vaksin Covid-19 disimpan di tempat terpisah dengan vaksin rutin untuk menghindar dari kesalahan pengambilan.

“Fasilitator sudah dilakukan pelatihan dari pusat yang diambil dari setiap puskesmas tiga orang, dikali 25 puskesmas yang sudah ditentukan,” ujar Vitalis.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende Virus Corona
Previous ArticleSetelah Ditahan di Rutan Salemba, Tersangka Muhammad Achyar Tiba di Kupang
Next Article Komitmen Leo Lelo Jika Dipercayakan Pimpin Demokrat NTT

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.