Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Kejati NTT Tangkap Buronan Terpidana Tindak Pidana Perdagangan Orang
Human Trafficking NTT

Kejati NTT Tangkap Buronan Terpidana Tindak Pidana Perdagangan Orang

By Redaksi15 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Terpidana Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Steven Agustinus saat tiba di Kejati NTT, Jumat, 15 Januari 2021 (Foto: Vox NTT/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Tim intelijen Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Timur (NTT) berhasil menangkap terpidana Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bernama Steven Agustinus.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Yulianto mengatakan, terpidana Steven Agustinus merupakan salah satu pelaku TPPO yang selama ini masih buron.

Steven Agustinus kata dia, salah satu pelaku penjualan tiga orang anak NTT. Ketiga korban yang dijual itu kata dia, yakni, Megana Farida Bureni, Fedolina Usbata dan saksi Anik Mariani yang dikirim ke Malaysia sebagai TKI.

“Hari ini saya mau sampaikan terkait keberhasilan tabur (tangkap buron) dan bekerja sama dengan tim intel di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk melakukan penangkapan kepada yang bersangkutan,” ungkap Yulianto kepada wartawan, Jumat (15/01/2021).

Ia mengatakan terpidana Steven Agustinus bekerja sama dengan Yusak Gunanto yang telah berhasil ditangkap Kejati NTT beberapa waktu lalu di Semarang.

Kata dia, terpidana menggunakan modus dokumen palsu untuk merekrut anak NTT.

“Terpidana menggunakan modus dokumen palsu untuk merekrut anak NTT yang kemudian akan dikirim sebagai tenaga kerja ke luar negeri dengan memalsukan KTP dan paspor,” katanya.

Saat mengirimkan ketiga korban pada tanggal 11 Agustus 2016 lalu ke Malaysia, berkas mereka tidak memenuhi prosedur dan tidak diizinkan oleh pihak imigrasi Malaysia.

“Tanggal 12 Agustus 2016, mereka kembali ke Indonesia bersama Steven dengan mengunakan Speed Boad, namun dalam perjalanan mereka berhasil ditangkap tim Bareskrim Mabes Polri, dan perkaranya diserahkan ke Kejaksaan untuk melakukan penuntutan,” katanya.

Pihaknya tambah dia, akan terus mengejar pelaku kasus tindak pidana penjualan orang.

“Saya tidak ingin anak-anak di NTT jadi korban. Anak-anak kita dipekerjakan berat, tetapi keuntungan mereka yang menikmati,” tegasnya.

Untuk diketahui, terpidana Steven Agustinus divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kupang atas aksinya tersebut.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Kupang Odermax Sombu mengatakan selain Steven Agustinus yang sudah ditangkap, ada terdakwa lain yakni Kamarudin Rahap yang sampai saat ini masih sedang dipantau oleh tim intel Kejati NTT maupun Kejari Kupang.

“Dan karena itu, kita lihat perkembangan sudah sejauh mana mereka-mereka ini pergerakannya dan lakukan penangkapan, ” tegasnya

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

 

Human Trafficking Kejati NTT Kota Kupang
Previous ArticleKomitmen Leo Lelo Jika Dipercayakan Pimpin Demokrat NTT
Next Article Cegah Penularan Covid -19, Keuskupan Agung Kupang Keluarkan Surat Edaran untuk Tidak Laksanakan Misa

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.