Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Usia Jaringan Turut Berpengaruh Terhadap Macetnya Air di Kota Ruteng
NTT NEWS

Usia Jaringan Turut Berpengaruh Terhadap Macetnya Air di Kota Ruteng

By Redaksi2 Februari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Manggarai, Klemens Man saat berada di ruang kerjanya, Senin (01/02/2021) (Foto: Igen Padur/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo Manggarai Klemens Man mengatakan, macetnya air di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai dipengaruhi oleh usia jaringan.

Untuk itu, dalam mengatasi persoalan macetnya air maka diperlukan perbaikan jaringan. Hingga kini, perbaikan jaringan air untuk Kota Ruteng, jelas Klemens, baru mencapai 50 persen.

“Perbaikan sekarang kalau untuk Kota Ruteng itu baru 50 persen jaringannya. Kita tahu jaringannya bangun tahun (19)76. Kalau kita tarik, sekarang tahun 2021. Berapa puluh tahun sudah itu? Itu faktor teknis sangat menentukan dari sisi usia jaringan. Ini PR ke depan yang harus diselesaikan,” jelas Klemens, Senin (01/02/2021) siang.

Selain itu, persoalan lain yang turut memengaruhi macetnya air adalah karena situasi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi di Manggarai berdampak pada longsor.

Ia mengambil contoh seperti yang terjadi di Tuke Nikit. Beberapa hari yang lalu lokasi itu terjadi banjir sehingga membuat pipa air menjadi putus. Padahal pipa itu merupakan pipa aliran air bagi warga Cancar dan sekitarnya di Kecamatan Ruteng.

Selain itu, daerah lain yang mengalami kemacetan air yakni terjadi di Reo. Beberapa hari yang lalu, wilayah Reo juga dilanda banjir. Situasi itu membuat aliran air menjadi terhambat.

“Di sana juga terjadi banjir besar karena pipa kita itu menyebrang kali Wae Kokak. Kalaupun kita sudah tanam satu meter kebawah. Namanya banjir ya harus kita terima itu sebagai fakta. Kita tidak bisa mempermasalahkan alam. Pasti kita perbaiki lagi,” jelasnya.

Selain kedua daerah tersebut, Klemens juga mengakui bahwa wilayah Iteng Kecamatan Satar Mese juga mengalami kendala air bersih.

Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih memikirkan langkah terbaik untuk memecahkan persoalan air bersih tersebut. Hal itu karena orang yang masuk ke kali Gonggang harus menempel di tebing.

“Lalu di Iteng, air dari Wae Ganggong menuju Iteng. Itu juga. Tidak ada cara lain karena pipa yang masuk nempel di tebing. Ini juga harus dipikirkan kira-kira teknologi apa nanti yang masuk kesitu supaya itu aman,” katanya.

“Lalu di Cibal yang di Golo Nggorong itu longsor lagi tadi malam. Sapu lagi itu pipa. Itu fenomena alam dan itu fakta. Sekarang sudah dikerjakan. Keluhan-keluhan seperti ini adalah masalah klasik. Petugas kita juga siap 24 jam. Begitu ada kasus, petugas langsung ke tempat kejadian,” ujarnya.

Terhadap situasi itu, ia sangat mengharapkan agar masyarakat bersabar menanti perbaikan yang dilakukan oleh petugas dari PDAM Tirta Komodo.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai PDAM Ruteng PDAM Tirta Komodo
Previous ArticleFenomena Covid-19 Lahirkan Istilah Baru dalam Berbahasa 
Next Article Krisis Air Itu Kini Telah Pergi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.