Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemprov NTT Minta Pemkab Data Semua Fasilitas yang Rusak Pascabencana Siklon Tropis Seroja
Regional NTT

Pemprov NTT Minta Pemkab Data Semua Fasilitas yang Rusak Pascabencana Siklon Tropis Seroja

By Redaksi13 April 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Juru bicara penanganan bencana akibat badai Siklon Seroja NTT, Marius Ardu Jelamu saat memberikan keterangan pers di Kupang, Jumat, 9 April 2021 (Foto: VoxNtt.com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mendata semua fasilitas yang rusak akibat bencana badai siklon tropis Seroja yang menghantam wilayah itu hampir sepekan. Data tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

“Jadi kepala daerah harus mendata semua kerusakan berdasarkan tanggung jawab. Seperti jalan milik negara dilaporkan ke pusat, milik provinsi dilaporkan ke Pemprov NTT, dan Pemkab merupakan kewenangan mereka,” kata juru bicara Pemerintah Provinsi NTT Marius Adu Jelamu kepada wartawan, Senin (12/04/2021).

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan jumlah korban yang tewas akibat bencana badai siklon tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur per Senin, 12 April 2021, sebanyak 177 orang.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh kabupaten dan kota yang terdampak banjir, longsor dan badai Seroja pada Minggu, 4 April lalu.

“Data hingga saat ini, meninggal 177 orang, 45 masih belum ditemukan, serta sejumlah fasilitas umum yang rusak,” ujar Marius.

Ratusan warga yang meninggal berasal beberapa kabupaten, yakni Kabupaten Flores Timur, Lembata, Alor, Kabupaten Kupang, Malaka, Sabu Raijua, Ende dan Sikka.

Berikut rincian korban jiwa dan kerusakan akibat badai siklon tropis Seroja di NTT:

Kabupaten Flores Timur: 72 warga meninggal, 2 hilang, dan sebanyak 3 fasilitas infrastruktur umum rusak.

Kabupaten Lembata: 47 orang meninggal dan 22 orang hilang.

Kabupaten Alor: 28 orang meninggal, 13 hilang, 25 warga luka-luka dan sejumlah fasilitas umum rusak.

Kabupaten Kupang: 12 orang meninggal, 3 hilang, 16 unit fasilitas pendidikan rusak, 5 unit fasilitas kesehatan, 11 unit fasilitas pemerintahan, 12 unit fasilitas agama, 8007 hektare pertanian, 57 titik ruas jalan, dan 29 unit jembatan yang rusak.

Kabupaten Malaka: 7 orang meninggal dunia, kerusakan sarana pendidikan, fasilitas agama, fasilitas pemerintah dan sejumlah lahan pertanian dan ternak warga yang terseret banjir.

Kota Kupang: 6 orang meninggal, 39 fasilitas pendidikan rusak, 14 unit fasilitas kesehatan, 67 tempat ibadah, 2 buah ruas jalan rusak, 11 fasilitas perdagangan, dan 18 fasilitas pemerintahan yang rusak.

Kabupaten Ende: 1 orang meninggal, serta kerusakan infrastruktur, drainase, saluran irigasi, pertanian, peternakan dan perikanan.

Kabupaten Sikka: 1 orang meninggal dunia.

Kabupaten Ngada: terdapat kerusakan asrama Polisi, Kantor Polres, Kantor KPUD, Susteran FMN dan Gereja, serta pasar, garasi Kodim dan perahu pikat.

Kabupaten Rote Ndao: terdapat infrastruktur, sejumlah lahan pertanian, perikanan, perindustrian, perdagangan dan pariwisata.

Kabupaten Belu: terdapat kerusakan 3 unit jembatan, bantaran kali, 4 titik ruas jalan, serta 1 unit sekolah yang rusak.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU): 11 unit jembatan rusak, 1 unit sekolah dan 2 unit rumah ibadah yang rusak.

Kabupaten Sumba Timur: 12 unit jembatan rusak, 23 ruas jalan putus, 5 buah bendungan rusak, 1575 hektare lahan pertanian terendam banjir, 2 unit sekolah rusak, serta kerusakan puskesmas dan pustu.

Kabupaten Manggarai: 8 unit gereja rusak, 5 unit fasilitas pemerintahan, 7 unit fasilitas pendidikan, 1 unit fasilitas swasta dan 12 unit fasilitas pertanian rusak.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Bencana NTT Kota Kupang
Previous ArticleTiga Pelaku Pengeboman Ikan di Kawasan TNK Ditetapkan Jadi Tersangka
Next Article DPD Partai Hanura NTT Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana

Related Posts

LBH GAMKI NTT Buka Layanan Konsultasi Hukum Gratis untuk Masyarakat

3 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen PH Tanah 10 Hektare di Kupang Berakhir Damai

2 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.