Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Gardu Induk Borong dengan Nilai Investasi 200 Miliar Lebih Mulai Beroperasi
Ekbis

Gardu Induk Borong dengan Nilai Investasi 200 Miliar Lebih Mulai Beroperasi

By Redaksi25 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Gardu Induk listrik
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Gardu Induk (GI) dan jaringan transmisi dengan nilai investasi lebih dari Rp200 Miliar di Desa Nangalabang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mulai beroperasi.

PLN berhasil merampungkan pembangunan dan pengoperasian perdana (energize) GI bertegangan 70 kilo Volt (kV) itu.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, mengatakan pembangunan GI seluas 12.020 meter persegi ini akan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Flores.

Itu terutama pada keandalan sistem distribusi dan kualitas tegangan pelayanan kepada pelanggan di Kabupaten Manggarai Timur.

“Dengan kehadiran GI ini, pasokan listrik bagi masyarakat akan lebih stabil dan andal. Guna meningkatkan keandalan suplai listrik ke pelanggan dari Gardu Induk Borong, PLN juga membangun 117 menara jaringan transmisi yang terbentang dari GI Ruteng ke GI Borong,” terang Syamsul dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Selasa (25/05/2021).

Syamsul menjelaskan, sistem kelistrikan di Kabupaten Manggarai Timur terdiri dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 40,612 kms (kilo meter sirkuit), Jaringan Tegangan menengah (JTM) 151,09 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 199,82 kms, serta 82 unit gardu dengan kapasitas 3.870 kVA.

Sementara dalam lima tahun terakhir, lanjut dia, rasio elektrifikasi Provinsi NTT meningkat sebanyak 29,29 persen. Dari sebelumnya 59,02 persen, sekarang sudah mencapai 88,31 Persen.

PLN terus berupaya membangun infrastruktur kelistrikan untuk melistriki seluruh desa dan kepala keluarga.

Dengan makin andalnya sistem kelistrikan dan kualitas listrik yang semakin baik, maka Syamsul mengharapkan dapat menciptakan iklim investasi yang positif, mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, dan menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

Penulis: Ardy Abba

Matim PLN PLN NTT
Previous ArticleKopi, Ikon Manggarai Timur
Next Article Sengketa Tanah di Kota Kefa, Haji Ambo Menang di PTUN

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.