Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Beredar Rekaman Suara Ketua DPRD Kota Kupang Berbau SARA, Begini Respons Ketua DPD PDIP NTT
Regional NTT

Beredar Rekaman Suara Ketua DPRD Kota Kupang Berbau SARA, Begini Respons Ketua DPD PDIP NTT

By Redaksi31 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPD PDIP NTT, Emy Nomleni bersama Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang saat pose di depan Keuskupan Agung Kupang, Senin, 31 Mei 2021 (Foto: VoxNtt.com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Beredar rekaman diduga berisi suara Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe. Rekaman berbau suku, agama dan ras (SARA) itu menyebar di publik sejak Sabtu, 29 Mei 2021.

Rekaman suara ini pun memantik sejumlah perdebatan. Sebab, pemilik suara menyinggung suku dan agama tertentu; Flores dan Katolik.

Belakangan diketahui, suara dalam rekaman tersebut adalah milik Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe

Kepada wartawan, Minggu (30/05/2021) malam, Yeskiel Loudoe mengatakan apa yang dipublikasikan baik dalam bentuk foto maupun rekaman suaranya tidak berniat untuk melecehkan agama katolik.

“Itu adalah percakapan saya dengan teman-teman media dalam menjawab pertanyaan tentang pendemo yang datang, tapi tidak memiliki identitas (KTP) yang jelas dan tidak memiliki ijin dari kepolisian,” katanya.

Namun kata Yeskiel, yang sangat disayangkan, rekaman suara itu diedit oleh orang yang mempunyai indikasi untuk menciptakan suasana kisruh di tengah masyarakat Kota Kupang.

Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu tidak menjelaskan secara terperinci identitas orang yang mengedit video rekaman tersebut.

“Saya peribadi tidak mempunyai niat untuk melecehkan agama katolik,” tegasnya.

Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT, belum mengambil sikap terkait dengan rekaman suara berbau SARA yang diucapkan oleh kadernya.

“Nanti baru kita ini ya, diskusikan internal, ” ujar Ketua DPD PDIP NTT, Emy Nomleni singkat kepada wartawan usai berteme Uskup Agung Kupang, Senin (31/05/2021)

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD Kota Kupang Kota Kupang PDIP PDIP NTT
Previous ArticleUpaya Jasa Raharja NTT untuk Tingkatkan Pelayanan dengan Mitra Strategis di Alor
Next Article Ikatan Keluarga Manggarai Kupang Kecam Pernyataan Ketua DPRD Kota Kupang yang Berbau SARA

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.