Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Enam Anak di Kota Ruteng Dilarikan ke RSUD karena Digigit Anjing Terindikasi Rabies
KESEHATAN

Enam Anak di Kota Ruteng Dilarikan ke RSUD karena Digigit Anjing Terindikasi Rabies

By Redaksi18 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Betis seorang anak yang digigit anjing terindikasi rabies
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Enam orang anak di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai digigit anjing terindikasi rabies, Jumat (18/06/2021).

Keenamnya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng untuk mendapatkan perawatan medis.

Hal itu dibenarkan oleh Humas RSUD dr. Ben Mboi Laurensius Guntur. Ia menjelaskan, hingga Jumat malam pukul 20.15 Wita, sudah enam orang anak yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Keenam anak tersebut berasal dari beberapa kelurahan di Kecamatan Langke Rembong yakni Lawir dua orang, Nekang dua orang dan dua orang dari Pitak.

“Semua sudah diberi Vaksin Antirabies (VAR) dan semua sudah boleh pulang (rawat jalan),” jelas Laurensius.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Konstantinus Dan menjelaskan, hingga Jumat malam anjing yang menggigit enam anak tersebut belum berhasil ditangkap.

Adapun alasan belum ditangkapnya anjing tersebut karena sudah malam dan kesulitan untuk melakukan pencarian.

Tidak hanya itu, identitas dari pemilik anjing terindikasi rabies juga menurut Konstantinus, belum diketahui sampai sejauh ini.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Camat Langke Rembong agar melakukan penertiban terhadap anjing yang ada di Kota Ruteng.

Ia kemudian mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat Manggarai khususnya Kota Ruteng agar kedepankan sikap kewaspadaan.

“Harapannya adalah supaya masyarakat Manggarai khususnya Langke Rembong agar waspada terhadap anjing baik milik sendiri maupun yang berkeliaran,” tutupnya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai RSUD Ruteng
Previous ArticleAda Penurunan Angka Pasien Covid-19 di Matim
Next Article Tersangka dan Barang Bukti Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Manggarai Dilimpahkan ke Kejaksaan

Related Posts

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Lima Permintaan Warga Terdampak Gempa di Golo Conggo ke Wapres Gibran

23 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.