Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Limbah Medis Berserakan di Hutan Tatub, Bupati TTU Segera Panggil Kadinkes
KESEHATAN

Limbah Medis Berserakan di Hutan Tatub, Bupati TTU Segera Panggil Kadinkes

By Redaksi1 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Limbah medis yang berserakan di hutan Tatub saat terpantau VoxNtt.com, Rabu, 30 Juni 2021 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Limbah medis kembali ditemukan berserakan di kawasan hutan Tatub, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, Rabu (30/06/2021).

Terpantau VoxNtt.com di kawasan hutan yang selama ini dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah tersebut limbah medis yang berserakan yakni masker, sarung tangan, botol infus, serta dus bekas obat-obatan.

Salah seorang warga yang sempat ditemui VoxNtt.com di lokasi tersebut mengaku tidak mengetahui persis sumber limbah medis itu.

Namun ia menduga sampah bekas medis tersebut dibuang pada malam hari.

“Saya tidak tahu oto (mobil) apa, datang buang dengan malam-malam pakai oto kecil, dari rumah sakit punya tidak pernah buang disini lagi,” tuturnya.

Bupati TTU Juandi David saat dikonfirmasi VoxNtt.com mengakui untuk penanganan limbah medis hingga saat ini belum tertata baik.

Untuk itu Bupati Juandi berjanji akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan untuk membicarakan terkait pengelolaan limbah medis.

Pemanggilan tersebut, kata dia, agar ke depan pengelolaan limbah medis harus lebih diperhatikan, sehingga tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

“Seperti yang kita lihat hampir semua puskesmas buang sembarang saja (limbah medis), untuk itu nanti tata caranya untuk tempat pembuangan, pemusnahannya bagaimana akan kita bicarakan dalam 1 atau 2 hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU Thomas Laka saat dikonfirmasi media ini enggan berkomentar.

Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Kadis Thomas hanya membalas dengan mengirim foto saat dirinya sedang mengikuti rapat.

Namun saat hendak ditemui usai rapat, Thomas beralasan sedang sibuk sehingga langsung buru-buru pergi.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

David Juandi Dinkes TTU Juandi David TTU
Previous ArticleUpdate Covid-19 di Mabar: Pasien Terkonfirmasi Positif Mencapai 1318 Orang, 25 Meninggal Dunia
Next Article Limbah Medis Tabur Benih Bencana?

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026
Terkini

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.