Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Sering Hadang Warga, Polisi Diminta Tindak Oknum Preman di Nampar Tabang
HUKUM DAN KEAMANAN

Sering Hadang Warga, Polisi Diminta Tindak Oknum Preman di Nampar Tabang

By Redaksi3 Juli 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban ulah oknum preman di Desa Nampar Tabang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT – Segerombolan oknum preman di Kampung Cenop dan Kampung Weleng, Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur meresahkan warga pengguna jalan.

Sejumlah oknum preman bahkan melakukan penghadangan para pengguna jalan pada Kamis, 1 Juli 2021 sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat.

Salah satu korban, warga Kampung Rujung Desa Golo Munga Barat Silvester Rupang (21) mengatakan, aksi premanisme yang terjadi di Desa Nampar Tabang sangat meresahkan warga pengguna jalan.

Ia mengaku, dirinya bersama rekannya sering kali mengalami aksi penghadangan oleh sekelompok oknum preman di tengah jalan saat melintasi jalur yang menghubungkan Benteng Jawa-Satar Teu.

“Saya dan kakak saya pulang dari arah Reo, ketika kami tiba di Kampung Cenop ada segerombolan orang yang sedang minum minuman keras (Miras) di persimpangan jalan depan rumah bapak Sipri Sal,” ujarnya kepada wartawan melalui sambungan telepon Jumat (02/06/2021).

Silvester menuturkan, saat melintasi jalur tersebut, ada seorang anak remaja bernama Ardi marangsek masuk di tengah badan jalan dengan kondisi mabuk, lalu melakukan penghadangan.

“Saat melihat pelaku di badan jalan, saya harus menekan rem motor saya, karena takut menabrak pelaku, lalu saya bilang, permisi kae pe’ang koe cekoen’ (Permisi kaka, tolong minggir sedikit), pelaku pun tidak terima dengan baik, pelaku lansung mencekik leher saya sambil berkata “apa maksud dau?” (Apa maksud kamu),” tutur dia.

Ia mengaku, dirinya sedang di atas sepeda motor saat pelaku mencekik lehernya. Ia juga mengaku, dirinya bermaksud untuk memarkir sepeda motornya.

Saat bersamaan, tiba-tiba teman pelaku bernama Rio datang dari arah depan lalu melompat dan menendang dada bagian kiri korban.

“Saya dan kakak pun terjatuh sehingga saya mengalami luka di tangan sebelah kiri dan di bagian leher belakang, setelah itu saya pun bangun seketika lalu berdiri. Lalu ada orang tua datang peluk saya dan berusaha menenangkan saya, secara bersamaan Ardi sempat menedang di belakang punggung saya dan saya dalam posisi dipeluk. Sesudah itu saya diam dan bapa tua itu suruh untuk malanjutkan perjalanan kami,” kisah korban.

Silvester mengaku, dirinya tidak melakukan perlawanan saat pelaku menyerangnya.

Usai kejadian, ia bersama kakaknya berinisiatif untuk menyelamatkan diri dan mendatangi rumah Kades Nampar Tabang Hila Teguh. Kades Hila pun menyarankan untuk melakukan visum.

“Kami bersama Kades Nampar Tabang bersama-sama pergi visum ke Puskesmas Weleng. Setelah itu kami melanjutkan masalah dengan cara proses hukum dan kami pun sudah melaporkan kejadian ini di Polsek Lamba Leda di Dampek dan polisi pun sudah menanggapi laporan kami dan masalahnya masih dalam proses hukum,” pungkas dia.

Karena itu, korban meminta aparat Polres Manggarai Timur dan Polsek Lamba Leda agar segera turun tangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Hingga kini, ada kekhawiran korban mengenai kasus tersebut. Karena para pelaku sampai saat ini belum ditangkap.

“Secepatnya pelaku harus segera ditangkap karena takut kejadian susulan. Bahkan terjadi kasus yang lebih besar,” pungkas dia.

Korban lainnya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, ia bersama rekannya seringkali dihadang oleh oknum preman di Desa Nampar Tabang saat hendak melintasi ruas jalan Benteng Jawa-Satar Teu.

Bahkan pelaku tidak segan-segan meminta uang rokok kepada setiap pengguna jalan.

“Kalau mereka mabuk, sering hadang kami dan minta uang rokok. Kami tidak bisa lawan karena mereka gerombolan,” ungkap sumber itu.

Ia mengaku, sejumlah oknum preman bahkan menghadang lalu mengambil secara paksa ikan yang mereka jual. “Kalau ada yang jual ikan, mereka ambil secara paksa, kami juga pasrah saja,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh wartawan bahwa, selama ini sejumlah oknum pelaku juga seringkali meminta uang kepada penjual ikan seperti pengakuan beberapa warga penjual ikan keliling asal Desa Golo Munga dan Golo Munga Barat. (VoN)

Desa Nampar Tabang Matim
Previous ArticleCovid- 19 dan Makna Fatertelli Tutti
Next Article Dua Pekan Terakhir, Kasus Covid-19 di Belu Naik Drastis

Related Posts

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.