Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Di Musim Pandemi, BUG Siap Layani Kebutuhan Pelanggan secara Online
Ekbis

Di Musim Pandemi, BUG Siap Layani Kebutuhan Pelanggan secara Online

By Redaksi17 Juli 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelayan di salah satu minimarket BUG di Ruteng, Manggarai. (Foto: Igen Padur/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sebuah minimarket bernama Bandung Utama Grup (BUG) di Manggarai menawarkan pola belanja baru. Kali ini mereka beralih ke belanja online.

Peralihan manajemen belanja tersebut bertujuan untuk memudahkan para pembeli dalam membeli barang sesuai kebutuhannya.

Tidak hanya untuk memudahkan para pembeli dalam membeli barang sesuai kebutuhan, namun sistem belanda online tersebut juga bertujuan agar mencegah penularan Covid-19 di Manggarai yang semakin masif.

Apalagi, pemerintah telah berkomitmen untuk memutus mata rantai penyebaran virus dengan dilarang berkerumun.

Hal itu dijelaskan oleh CEO BUG Manggarai Felix Ahas di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Jumat (16/07/2021) malam.

Felix menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, dia selalu melayani kebutuhan para pembeli yang mengunjungi minimarket.

Namun, setelah pandemi datang, BUG kemudian merubah sistem pelayanan dengan beralih secara online.

Perubahan sistem pelayanan tersebut tidak serta merta menghilangkan sistem pelayanan offline yang diberlakukan sebelumnya.

Namun sistem pelayanan online hanya diperuntukkan bagi warga yang berminat belanja tanpa harus keluar rumah.

Penerapan sistem belanja online dilakukan sejak awal tahun 2020 yang lalu. Namun, penerapannya belum begitu populer di masyarakat.

“Selama ini belum terlalu banyak yang pesan, tapi sudah mulai ada. Mungkin orang biasanya curiga harganya terlalu mahal. Padahal sebetulnya harga barang tetap sama hanya ditambah ongkir (ongkos kirim) Rp5000 saja,” katanya.

Felix kemudian memaparkan besaran biaya ongkos kirim di BUG. Biaya ongkir menurut Felix, tidak bergantung pada sedikit dan banyaknya barang yang dibeli. Namun, biaya ongkir masih sama.

Seperti misalnya pelanggan hendak membeli barang dengan nominal harga Rp1000 atau Rp100,000. Biaya ongkirnya tetap sama.

Bahkan, jumlah belanjaan pelanggan tidak dibatasi atau tidak ada patokan minimal dan maksimal. Berapa pun banyak barang yang dibutuhkan dan dibeli pelanggan akan diantar.

Harga barang yang tersedia di minimarket BUG sama dengan harga barang yang dipesan secara online. Hanya saja, biaya antarnya yang berbeda sesuai dengan pertimbangan jarak.

Seperti misalnya pemesanan di wilayah Cancar Kecamatan Ruteng dan Watu Alo Kecamatan Wae Ri’i. Biaya ongkirnya bisa lebih dari Rp5000 tergantung kesepakatan dengan go-jek atau pengantar.

Untuk itu, ia menginformasikan kepada masyarakat Manggarai yang ingin memesan barang di BUG secara online agar bisa menghubungi nomor yang disediakan. Pemesanan bisa dilakukan melalui telepon dan juga bisa melalui aplikasi WhatsApp.

“Untuk wilayah Kota Reok Kecamatan Reok layanan melalui nomor 081338082713, sedangkan untuk wilayah Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai melalui nomor 081239530999,” tambahnya.

Sedangkan terkait metode pembayaran, Felix mengatakan pelanggan bisa membayar melalu bank atau rekening LinkAja dan juga bisa bayar tunai atau COD di tempat.

“Rekening bank itu akan dikirim langsung di nomor WA yang menjadi kontak order dari pembeli. Kalau LinkAja tidak terlalu sulit langsung gunakan kontak yang dipesan itu,” katanya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai
Previous ArticleHUT Bank NTT ke-59: Beranjak dari Smart Bank ke Super Smart Bank
Next Article Kadis DLHD Manggarai Sigap dengan Informasi Tumpukan Sampah

Related Posts

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.