Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Tidak Diperhatikan, Keluarga Pasien Covid-19 di Manggarai Mengeluh
KESEHATAN

Tidak Diperhatikan, Keluarga Pasien Covid-19 di Manggarai Mengeluh

By Redaksi26 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah milik Yosep Katu (37)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Salah satu keluarga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah mengeluh lantaran tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai.

Keluarga tersebut dikepalai oleh Yosep Katu (37). Ia dan istrinya Magdalena Lanus (26) telah dikarunia empat orang anak. Yang sulung bernama Venansius Sumardi (12).

Sedangkan yang kedua bernama Julika Dago (8), menyusul yang ketiga Maria A.K Jaya (5), serta yang bungsu masih berusia empat bulan.

Empat di antara enam orang anggota keluarga tersebut kini terkonfirmasi positif Covid-19.

Sedangkan dua di antaranya yakni sulung dan bungsu yang masih berusia empat bulan negatif Covid-19.

Keempatnya positif setelah menjalani rapid test di Puskesmas Watu Alo pada 20 Agustus 2021 lalu.

Kisah tentang Yosep terpapar Covid-19 berawal dari kunjungan ke Puskesmas Watu Alo.

Kala itu, ia hendak mengecek kesehatan karena mengalami sakit flu dan demam. Sampai di sana, pihak medis melakukan rapid test terhadap Yosep.

Berdasarkan hasil rapid test antigen, Yosep dinyatakan positif Covid-19.

Ia kemudian pulang ke rumahnya untuk menjemput istri dan anak-anaknya agar menjalani rapid test di puskesmas.

Setelah dijemput, istri bersama empat orang anak Yosep pun di-rapid. Dua di antaranya termasuk yang masih berusia empat bulan dinyatakan negatif. Sedangkan istrinya dan dua orang anak positif seperti Yosep.

Mereka pun menjalani karantina mandiri di rumah. Sejak menjalani karantina, tidak ada sedikitpun bantuan dari pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai terhadap mereka.

Mereka hanya mendapatkan obat berupa vitamin yang diberikan puskemas.

Informasi tersebut disampaikan keluarga dekat pasien bernama Maria Yasinta Dewi.

Dewi mengisahkan, selama mereka menjalani karantina, Pemda melalui Tim Satgas Covid-19 sama sekali tidak memperhatikan.

Sekarang, keluarga tersebut sudah mulai kekurangan stok makanan. Walaupun mereka memiliki stok padi, namun kesulitan untuk menggiling padi tersebut karena takut pemilik giling tidak menerima.

“Keadaan mereka sekarang sangat memprihatinkan. Mereka kehabisan makanan, seperti sembako, ada padi mau digiling tapi orang tidak mau terima,” ungkap Yasinta.

Pernah suatu ketika keluarga tersebut pergi ke kios untuk membelanjakan kebutuhan rumah tangga seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya. Namun, pemilik kios enggan melayani karena takut terpapar Covid-19.

“Sementara bayi mereka masih menyusui dan asi ibunya tidak lancar karena stres dan kekurangan gizi. Di sini mereka sangat membutuhkan perhatian pemerintah,” tutur Yasinta.

Yasinta pun mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Tim Satgas Covid-19 memperhatikan kondisi keluarga Yohanes.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai belum berhasil dikonfirmasi seputar kondisi keluarga Yohanes. Dihubungi melalui telepon, Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai Lodovikus D. Moa tidak kunjung merespons.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Virus Corona
Previous ArticleWarga Ende Harus Tetap Waspada Meski PPKM Turun ke Level 3
Next Article 27 Desa di Matim Gelar Pilkades, Kepala DPMD Berharap Masyarakat Tetap Damai dan Aman dari Covid-19

Related Posts

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.