Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Kejar Kelompok Kriminal Siber Rusia, Amerika Siapkan Hadiah Rp143 Miliar
INTERNASIONAL

Kejar Kelompok Kriminal Siber Rusia, Amerika Siapkan Hadiah Rp143 Miliar

By Redaksi9 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi cyber crime
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT- Amerika Serikat tampak serius mengejar kelompok kriminal siber DarkSide. Negara Adi Kuasa tidak main-main dengan berani memberi imbalan sebesar S$10 juta atau setara Rp143 miliar bagi pihak yang dapat memberikan informasi terkait kelompok kriminal siber yang berbasis di Rusia itu.

“Dalam penawaran hadiah ini, AS menyampaikan komitmennya untuk melindungi korban ransomware di dunia yang dieksploitasi oleh kelompok kriminal siber,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Jumat (5/11).

Biro Investigasi Federal AS (FBI) menyatakan bahwa DarkSide melakukan serangan siber terhadap sistem pipa minya AS, Colonial Pipeline, pada Mei lalu.

Colonial Pipeline kemudian menyatakan membayar peretas sekitar US$ 5 juta dalam bentuk bitcoin untuk mendapatkan kembali akses ke sistemnya. Juni lalu, Kementerian Kehakiman AS lantas memulihkan sekitar US$2,3 juta dari uang tebusan itu.

Pada Juli, Kemlu AS juga pernah menawarkan hadiah hingga US$10 juta bagi yang mengetahui informasi mengenai pelaku aktivitas siber berbahaya terhadap infrastruktur penting Washington.

Di bulan yang sama, Toshiba juga mengaku menjadi korban peretasan DarkSide. Insiden itu menyebabkan sebagian kecil data perusahaan bernilai US$23 miliar hilang.

Tangkapan layar Darkside yang disampaikan perusahaan keamanan siber menunjukkan lebih dari 740 gigabyte informasi telah disusupi, termasuk mengenai paspor.

Menurut pengamat malware, ada sekitar 30 kelompok dalam Darkside yang mencoba meretas perusahaan. Sementara itu,perusahaan lebih rentan terhadap serangan siber sejak penerapan bekerja dari rumah.

Sumber: CNN Indonesia

Amerika internasional Rusia
Previous ArticleNasib Ibu Hamil di Mabar, Digotong Warga Sepanjang Tiga Kilometer demi Lahir dengan Selamat
Next Article Kasus Dana Desa Naikake B TTU: Mantan Kades Divonis 6 Tahun, Bendahara 4 Tahun

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.