Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Dionisius, Penyandang Disabilitas di Matim yang Butuh Sentuhan Perhatian
Feature

Dionisius, Penyandang Disabilitas di Matim yang Butuh Sentuhan Perhatian

By Redaksi8 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dionisius Loking (17) (tengah) saat didampingi kedua orangtuanya (Foto: Agustinus Lebe)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dionisius Loking (17) asal Tunda, Desa Nanga Meje, Kecamatan Elar selatan, Kabupaten Manggarai Timur, menderita lumpuh total.

Sejak lahir, Dionisius yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara itu sudah mengalami cacat. Ia tidak bisa berjalan. Dalam keseharian, ia hanya berdiam diri dalam rumah.

Bahkan, untuk aktivitas seperti makan, mandi, dan ke WC pun harus dibantu oleh orangtuanya.

Berbeda dengan dua kakaknya yang lain, mereka tidak mengalami cacat fisik. Anak pertama Florensia Taeng (27) hanya sebatas lulusan SMA dan anak kedua Hironimus Soit (22) sedang menempuh pendidikan di salah satu kampus di Kupang.

Kedua orangtua mereka berprofesi sebagai petani dan ibu rumah tangga. Belakangan ini, ayahnya Kanisius Sole (52) menderita sakit paru-paru. Kondisi itu memaksanya untuk tidak bekerja banyak.

Beban tanggung jawab keluarga untuk mencari nafkah pun menjadi tanggung jawab Fransiska Kalo (47), istri Kanisius.

Fransiska harus banting tulang demi menafkahi keluarga termasuk membiayai salah satu anaknya yang menempuh kuliah di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

Kondisi rumah keluarga ini pun terlihat sederhana. Mereka tinggal di sebuah rumah berukuran 42 meter persegi dengan dinding setengah tembok dan pelepuh bambu, serta beratap seng.

Fransiska mengisahkan, selama anaknya menderita disabilitas, ia pernah menerima bantuan berupa uang tunai sebanyak Rp600.000. Bantuan itu diterima pada tahun 2019 dan bersumber dari Dinas Sosial Manggarai Timur.

“Bantuan dari Dinas Sosial hanya satu tahun saja. Dan bantuan tersebut sekarang sudah tidak ada,” kata Fransiska.

Fransiska juga mengisahkan, Dinonisius tidak bisa mengakses pendidikan seperti anak-anak yang lain. Hal itu disebabkan karena kemampuan kedua orangtua yang tidak mampu membiayai Dionisius ke sekolah khusus disabilitas.

Walau demikian, Fransiska mengaku anaknya tidak pernah mengeluh. Ia sangat memahami situasi dan kondisi keduaorangtuanya.

Fransiska pun berharap agar suatu saat nanti, ada pihak swasta yang bersedia membantu Dionisius dan keluarganya.

Ia juga mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah dan pemerintah desa berupa kursi roda untuk Dionisius.

Penulis: Agustinus Lebe/Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Manggarai Matim
Previous ArticleDianggap Langgar Ketentuan Sempadan Pantai, Bupati Mabar Beri Sanksi Administratif untuk 11 Hotel
Next Article Soal Pesan WA: Herry Kadja Protes, Abdullah Sebut Hanya Bersifat Mengajak

Related Posts

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

JPIC OFM Perkuat Pemulihan Penyintas Gempa melalui Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

10 September 2026

Pelaku Injak Bantuan Gempa di Manggarai Timur Terungkap Usai Video Viral

8 September 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.