Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polemik Lokasi Waduk Lambo, Puluhan Orang Dipolisikan
HUKUM DAN KEAMANAN

Polemik Lokasi Waduk Lambo, Puluhan Orang Dipolisikan

By Redaksi11 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ket gambar:Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Polemik pembangunan Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo hingga kini masih terus bergulir.

Proses identifikasi data kepemilikan tanah diduga bermasalah telah berujung pada laporan kasus penggelapan tanah ke pihak Polres Nagekeo.

Laporan para pemilik ulayat di lokasi calon Waduk Lambo mulai dilakukan pada 11 Desember 2021 lalu.

Sebanyak 82 orang dijadikan objek laporan dengan tuduhan telah mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nagekeo, sebagaimana surat undangan musyawarah ganti rugi pada 4 November 2021.

Dirincikan, sebanyak 23 orang dilaporkan oleh Hendrikus Kota, pemegang hak ulayat Suku Ana Nuwa. Berikutnya, 35 orang dilaporkan oleh Wilhelmus Wegu, pemegang hak ulayat Suku Ebu Day, serta 24 orang lainnya dilaporkan oleh Wilhelmus Napa karena diduga mencaplok tanah pribadinya.

Bahkan, nama Kades Labolewa Marsel Lado dan mantan Kades Thomas Djawa Sina juga masuk dalam daftar orang – orang yang turut dilaporkan.

Namun, laporan mereka sempat terhenti tanpa proses lanjutan. Pelapor yang kecewa lantas menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 10 Januari 2022.

Ini adalah aksi demonstrasi pertama di tahun 2022 yang beranggotakan suku-suku yang tanahnya masuk dalam area pembangunan Waduk Lambo.

Mereka mendatangi Mapolres Nagekeo untuk menyerukan desakan agar laporan dugaan penggelapan tanah itu untuk segera diproses hukum.

Demonstrasi yang dikomandoi oleh Klemens Lae dan Ruben Wegu ini berhasil membuat Kapolres Nagekeo bersikap.

Dalam pertemuan dengan perwakilan massa aksi bersama jajaran petinggi polisi di Aula Mapolres Nagekeo, Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai memastikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat adat Labolewa tersebut melalui penerbitan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP).

“Ada laporan yang diberikan mereka pada akhir desember kemarin akan kita tindaklanjuti. Hasil sementara kita akan berikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan. Kita akan tindaklanjuti dan kita akan transparan dalam menangani persoalan atau laporan-laporan dari masyarakat ini,” kata Kapolres Agustinus.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Kapolres Nagekeo Nagekeo Polres Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleAku Tuan atas Gawai (?)
Next Article Terlibat Match Fixing, 45 Pemain Laos Dapat Sanksi Berat dari FIFA

Related Posts

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026

Kejari Mabar Geledah Kantor KPU Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp28 Miliar

8 September 2026
Terkini

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.