Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Stefanus Gandi Beberkan Alasan Ilmu Kewirausahaan Harus Dipelajari Sejak Dini
Pendidikan NTT

Stefanus Gandi Beberkan Alasan Ilmu Kewirausahaan Harus Dipelajari Sejak Dini

By Redaksi24 Januari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Stefanus Gandi (SG) Institut, Stefanus Gandi, saat membawakan materi pada seminar di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (24/01/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Direktur Stefanus Gandi (SG) Institut, Stefanus Gandi, membeberkan alasan utama ilmu kewirausahaan dipelajari sejak dini.

Menurut dia, ada perbedaan target dan tujuan belajar kewirausahaan oleh pelajar dan orang dewasa.

“Pembelajaran wirausaha tidak hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga perlu dibagikan kepada remaja dan anak-anak untuk menjadi elemen dunianya,” ujar Stefan di hadapan ratusan siswa Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (24/01/2022).

Dalam seminar tersebut, Stefan kemudian membeberkan alasan utama pentingnya ilmu kewirausahaan dipelajari sejak dini.

Hal tersebut bertujuan agar anak-anak bisa menata kepribadian mereka. Sebab, anak-anak dunia dini ataupun para pelajar masih dalam proses mencari jati diri.

Menurut Stefan, pendidikan kewirausahaan memang di luar disiplin ilmu yang didapatkan di seminari, yang mana sebagai sekolah untuk mencetak calon-calon imam di Gereja Katolik.

Meski begitu, kata dia, ilmu kewirausahaan nanti bisa saja sangat bermanfaat ketika panggilan hidup sebagai Pastor tidak sampai tujuan dan menjadi awam.

“Perbedaan utama tujuan belajar wirausaha adalah bahwa orang dewasa menggunakan pengetahuan ini sebagai proposisi untuk meningkatkan ekonomi mereka dan menghasilkan uang secara langsung. Sedangkan manfaatnya bagi anak-anak lebih pada proses belajar dan menata kepribadian mereka,” kata Direktur Indojet Sarana Aviasi itu.

Belajar berwirausaha pada usia dini, lanjut dia, bertujuan juga untuk membentuk pola pikir demi menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan nanti.

Dikatakan, menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini terutama di usia muda bertujuan untuk menciptakan individu-individu yang kreatif dan kaya akan inovasi dalam menghadapi hambatan dan kendala hidup.

“Belajar wirausaha juga untuk menumbuhkan produktivitas dan kemandirian pada anak-anak ketika mereka memasuki usia dewasa,” katanya dalam seminar bertajuk ‘Urgensi Literasi Jurnalistik, Kewirausahaan dan Digital di Era Disrupsi’ itu.

Manfaat Kirab Literasi untuk Seminari

Sebagai informasi, seminar di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere merupakan salah satu sasaran kirab literasi dan kewirausahaan di Pulau Flores yang digagas oleh SG Institut dan Perennial Institut.

Sekretaris Perennial Institut, Dr. Mantovanny Tapung menjelaskan, kirab literasi tersebut menyasar di seminari bertujuan untuk membentuk karakter seminaris atau orang muda agar bisa bersaing dalam menciptakan lapangan kerja pada masa yang akan datang.

“Membentuk karakter orang muda Katolik yang merupakan basis-basis penguatan karakter kekatolikan ini pada masa yang akan datang,” jelas Manto yang juga sebagai salah satu pamateri saat seminar di Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere.

Menurut dia, seminar tersebut bertujuan untuk mempersiapkan masa depan anak-anak agar mampu berkreasi dan memiliki tanggung jawab yang kuat di dunia yang berkembang begitu pesat ini.

Dalam konteks seminari, lanjut Manto, belajar literasi di era 4.0 sangat penting untuk bisa membangun dan menjaga eksistensi Gereja Katolik.

Sementara itu, Kepala Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere, RD. Raymundus Minggus mengatakan, kewirausahaan dan digital saat ini menjadi tantangan tersendiri pada dunia pendidikan.

Karena itu menurut dia, kolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan seminar tersebut sangat penting.

Apalagi materi jurnalistik dan digital yang menurut Pastor Raymundus, sudah menjadi kebutuhan penting pada dunia pendidikan sejak beberapa tahun terakhir.

Penulis: Ardy Abba

 

Manto Tapung Sikka Stefan Gandi Stefanus Gandi Stefanus Gandi Institut
Previous ArticleManto Tapung Tekankan Makna Penting Keterampilan 4C di Era Industri 4.0
Next Article Stefanus Gandi Minta Para Imam untuk Urus Ekonomi Umat

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.