Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kabupaten TTU Masuk 10 Besar Angka Stunting Tertinggi di Indonesia
KESEHATAN

Kabupaten TTU Masuk 10 Besar Angka Stunting Tertinggi di Indonesia

By Redaksi6 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi stunting
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Kabupaten TTU, Nusa Tenggara Timur, masuk dalam daftar 10 besar wilayah dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Presentasenya di atas 46 persen.

Selain TTU, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim dari studi status Gizi Indonesia (SSGI) masih terdapat 4 kabupaten lainnya di Provinsi NTT yang juga masuk dalam 10 besar angka stunting tertinggi di Indonesia.

Keempatnya, yakni Kabupaten TTS, Alor, Sumba Barat Daya dan Manggarai Timur.

Berdasarkan hasil kajian SSGI tersebut juga, 15 dari 22 kabupaten/kota di NTT termasuk dalam daftar merah stunting.

Itu antara lain, Kabupaten TTU, TTS, Alor, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Kupang, Rote Ndao, Belu, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sabu Raijua, Manggarai, Lembata dan Malaka.

“Berdasar Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, NTT memiliki 15 kabupaten berkategori merah. Pelabelan status merah tersebut berdasarkan prevalensi stuntingnya masih di atas 30 persen,” demikian keterangan tertulis yang dikeluarkan Biro Umum dan Humas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jumat (4/3), seperti dirilis CNN Indonesia.

BKKBN dalam keterangan tertulisnya juga menyebutkan, terdapat 7 kabupaten/kota di NTT yang masuk zona kuning stunting.

Zona kuning tersebut ditetapkan berdasarkan prevalensi stunting sebesar 20-30 persen.

Ke-7 kabupaten/kota itu yakni Kota Kupang, Kabupaten Ngada, Sumba Timur, Ende, Nagekeo, Flores Timur dan Sikka.

“Dengan tingginya angka kasus tersebut menjadikan Provinsi NTT sebagai salah satu dari 12 provinsi prioritas penanganan dari BKKBN,” terang biro Humas BKKBN.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan persnya menegaskan, pentingnya pembentukan tim percepatan penurunan stunting(TPPS).

Pembentukan TPPS yang dimaksudkan untuk mendorong percepatan penurunan stunting harus dilakukan mulai dari tingkat provinsi hingga desa/kelurahan.

“Persoalan stunting di masyarakat bukan hanya menjadi urusan pemerintah tapi persoalan stunting adalah persoalan bangsa yang harus dituntaskan bersama dan membutuhkan kolaborasi semua kalangan,” tandas Hasto yang juga ketua pelaksana percepatan penurunan stunting Nasional.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Stunting TTU
Previous ArticleUcapan Terima Kasih yang Tulus Warga Nanga Ramut untuk Stefanus Gandi
Next Article Pergi adalah Pulang yang Dinantikan

Related Posts

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.